Bisnis.com, JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini ditopang kuat oleh aksi beli pada deretan saham berkapitalisasi pasar besar. Emiten seperti BMRI, BBCA, hingga BBRI tampil sebagai penggerak utama.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 13—17 Juli 2026, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memimpin barisan penggerak indeks dengan sumbangan 32,66 poin setelah harga sahamnya melonjak 9,8% dalam sepekan.
Menyusul di posisi berikutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan penguatan 4,86% sepekan dan berkontribusi sebanyak 26,47 poin bagi indeks. Sementara itu, saham bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 6,45% dengan menyumbang 26,27 poin terhadap IHSG.
Sektor komoditas juga ikut mendorong laju indeks, dipimpin oleh saham tambang tembaga dan emas PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melesat 12,25% sepekan dan memberikan sumbangan 18,11 poin.
Posisinya disusul oleh saham telekomunikasi BUMN yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 7,26% dengan sumbangan 16,61 poin.
Emiten batu bara milik taipan Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), turut menguat 7,14% dengan kontribusi 13,04 poin, diikuti oleh saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 6,03% dan menyumbang 11,81 poin.
Baca Juga
- IHSG Naik 4,24% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun
- IHSG Ditutup Naik 1,12% ke 6.176 Ditopang Saham TLKM, BBCA, hingga BMRI
- IHSG Dibuka Melemah ke 6.092: Saham AMMN, BREN hingga TPIA Loyo
Berkat dorongan dari deretan saham-saham tersebut, indeks komposit secara kumulatif mencatatkan lonjakan sebesar 4,24% atau bertambah 251,17 poin ke posisi 6.175,535 dari penutupan pekan sebelumnya di level 5,924.360.
Sepanjang pekan ini, pergerakan harga saham di bursa membawa indeks bergerak pada rentang terendah 5.898,14 hingga level tertinggi mencapai 6.192,65.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad memaparkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian buar melesat 36,25% menjadi Rp13,99 triliun dari Rp10,27 triliun pada pekan lalu.
“Data rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turut mengalami kenaikan sebesar 27,75% menjadi 26,17 miliar lembar saham dari 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam siaran pers, Sabtu (18/7/2026).
Sejalan dengan itu, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa ikut terkerek 24,60% menjadi 2,33 juta kali dibandingkan pekan lalu sebesar 1,87 juta kali transaksi.
Apresiasi IHSG selama lima hari perdagangan otomatis mendongkrak nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI yang ditutup menggemuk 3,95% menjadi Rp10.749 triliun, bertambah dari posisi pekan sebelumnya yakni Rp10.340 triliun.
Di sisi lain, pada perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7), investor asing mulai masuk dan mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp638,05 miliar.
Namun secara akumulatif, sepanjang tahun berjalan 2026 investor asing masih menorehkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp75,71 triliun.
Berikut daftar saham top leaders penggerak IHSG sepekan:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): +9,8% (32,66 poin)
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): +4,86% (26,47 poin)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): +6,45% (26,27 poin)
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN): +12,25% (18,11 poin)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): +7,26% (16,61 poin)
- PT Bayan Resources Tbk. (BYAN): +7,14% (13,04 poin)
- PT Astra International Tbk. (ASII): +6,03% (11,81 poin)
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR): +35,58% (11,38 poin)
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN): +7,89% (9,67 poin)
- PT United Tractors Tbk. (UNTR): +8,37% (6,08 poin)
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





