Pantau - Perpustakaan Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai ruang publik inklusif yang tercermin dari tingginya minat masyarakat mengikuti kegiatan Night at the Library dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-4 Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Minat Masyarakat terhadap Perpustakaan Terus MeningkatKepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan perpustakaan kini telah berkembang menjadi ruang interaksi sosial dan kreativitas bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, “Ekosistem literasi di Jakarta terus berkembang. Perpustakaan kini tak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring sosial.”
Nasruddin berharap Perpustakaan Jakarta dapat menjadi third place atau ruang ketiga yang nyaman bagi masyarakat di luar rumah dan tempat kerja.
Ia menyebut Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang yang diresmikan bertepatan dengan HUT ke-4 Perpustakaan Jakarta mampu menarik sekitar 1.000 pengunjung setiap hari.
Nasruddin mengatakan, "Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Jakarta terus meningkat."
Seluruh kuota peserta Night at the Library sebanyak 800 orang juga langsung habis sesaat setelah pendaftaran dibuka.
Perpustakaan Didorong Menjadi Pusat Literasi dan KolaborasiData Dispusip DKI Jakarta mencatat Perpustakaan Jakarta menerima 320.352 kunjungan sepanjang Semester I 2026 atau rata-rata sekitar 13 ribu pengunjung setiap pekan.
Total kunjungan sejak perpustakaan kembali dibuka hingga memasuki usia empat tahun mencapai sekitar 1,96 juta orang.
Nasruddin mengatakan, "Angka ini menunjukkan bahwa perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat belajar, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring."
Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin Diki Lukman Hakim mengatakan transformasi layanan bertujuan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang ketiga yang inklusif.
Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta Ali Maulana Hakim berharap inovasi layanan seperti Night at the Library terus dilaksanakan.
Ia mengungkapkan, “Kami berharap, program seperti Night at the Library terus digelar agar Perpustakaan Jakarta semakin menjadi pusat literasi, kreativitas, pengembangan sumber daya manusia, sekaligus ruang kolaborasi yang memperkuat interaksi sosial masyarakat Jakarta.”




