Adonara, ERANASIONAL.COM – Proses evakuasi terhadap satu jenazah pemuda yang tewas akibat luka bacok dalam bentrokan antarkelompok di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, hingga kini masih berjalan alot.
Keberadaan ratusan warga di lokasi kejadian menjadi kendala utama bagi petugas yang hendak memindahkan korban.
Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, membenarkan bahwa hingga Sabtu siang, jasad korban masih berada di jalanan dan belum bisa dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Satu jenazah belum dapat kami evakuasi dari lokasi karena situasi di lapangan masih dipadati oleh massa,” ujar Ketut saat dimintai konfirmasi.
Tiga Korban Jiwa dalam PertikaianBentrokan fisik yang pecah pada Sabtu pagi ini melibatkan dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Insiden berdarah tersebut dilaporkan telah merenggut tiga nyawa.
Rincian korban meninggal dunia meliputi:
-
Dua warga dari Desa Narasaosina.
-
Satu warga dari Dusun Bele, Desa Waiburak.
Dari ketiga korban tersebut, dua jenazah sudah berhasil diambil oleh pihak keluarga masing-masing.
Sementara itu, satu jasad tersisa yang saat ini masih tertahan di kawasan jalan raya Waiburak merupakan warga asal Narasaosina.
Upaya Negosiasi PetugasMeski armada ambulans dan tim medis sudah disiagakan di sekitar lokasi, mereka belum bisa mendekat karena terhalang oleh kerumunan massa yang berkumpul di area tersebut.
Untuk mengatasi situasi ini, pihak kepolisian terus melakukan pendekatan persuasif dan bernegosiasi dengan tokoh masyarakat serta keluarga korban.
Langkah ini diambil agar situasi dapat diredam sehingga petugas bisa segera mengevakuasi jenazah ke pusat layanan kesehatan terdekat. []





