Fauzan mengatakan, salah satu indikator yang banyak luput dari perhatian adalah kebiasaan anak mengerjakan pekerjaan rumah (doing chores). Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang sejak kecil dibiasakan memikul tanggung jawab sederhana cenderung memiliki kemampuan memimpin dan menyelesaikan masalah yang lebih baik ketika dewasa.
"Yang saya ingat dari sebuah studi, salah satu indikator tunggal yang paling kuat terhadap keberhasilan anak di masa depan adalah doing chores," kata Fauzan dalam Siniar di kanal YouTube Grace Tahir, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, pekerjaan rumah bukan sekadar membantu orang tua. Tetapi menjadi latihan awal bagi anak untuk membangun karakter.
Baca juga: Bahaya TPA Terbakar! BRIN Spill Solusi Canggih Pakai Drone Termal
Fauzan menjelaskan, pekerjaan rumah yang dimaksud bukanlah tugas berat. Aktivitas sederhana seperti menutup gorden, merapikan tempat tidur, mencuci piring sendiri setelah makan, atau membuang sampah pada tempatnya sudah menjadi proses pembelajaran yang penting.
"Kelihatannya sederhana, tetapi di situ anak belajar tentang tanggung jawab," ujarnya.
Ia menilai, ketika anak terbiasa menyelesaikan tugas tanpa harus terus diingatkan, mereka sedang belajar mengambil kepemilikan terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut Fauzan, kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa, baik saat menempuh pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Lebih jauh, Fauzan mengatakan tugas kecil itu juga mampu membangun karakter kepemimpinan anak. Menurutnya karakter kepemimpinan tidak selalu dibangun melalui posisi formal, misalnya menjadi ketua kelas atau ketua organisasi.
Justru, kepemimpinan dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari. "Leadership itu tidak harus menjadi ketua kelas. Ketika anak diberi tanggung jawab, lalu dia menyelesaikannya tanpa disuruh berkali-kali, itu juga bagian dari kepemimpinan," katanya.
Ia mencontohkan, anak yang terbiasa menyelesaikan pekerjaan rumah akan belajar mengambil keputusan, mengatur waktu, serta memahami konsekuensi apabila tugas tersebut tidak dikerjakan. Menurutnya, kemampuan-kemampuan itu merupakan bekal yang sangat dibutuhkan ketika seseorang memasuki dunia profesional.
Baca juga: Selain Sikat Gigi, Diet Rendah Kalori Ternyata Bantu Atasi Penyakit Gusi
Selain membiasakan anak mengerjakan pekerjaan rumah, Fauzan menilai orang tua memiliki peran penting sebagai teladan. Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya, saat sang ibu tidak pernah memaksanya belajar setiap hari.
Sebaliknya, ibunya lebih sering memberikan contoh dengan duduk membaca atau mengerjakan sesuatu di meja belajar. Melihat kebiasaan tersebut, Fauzan kecil akhirnya ikut duduk dan belajar tanpa harus diminta.
"Ibu saya tidak banyak menyuruh belajar. Beliau lebih banyak memberi contoh. Anak itu paling mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya," ujarnya.
Karena itu, menurut Fauzan, pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. "Kalau orang tua menunjukkan kebiasaan yang baik, anak biasanya akan mengikuti. Pendidikan pertama itu tetap dimulai dari rumah," katanya.
Sebagai akademisi sekaligus mantan pelaku industri teknologi di Inggris, Fauzan mengaku banyak menemukan lulusan universitas terbaik dunia yang memiliki kemampuan akademik luar biasa. Namun, ketika memasuki dunia kerja, perusahaan tidak hanya mencari orang yang cerdas secara teknis.
"Kami mencari orang yang punya tanggung jawab, mampu bekerja sama, mampu menyelesaikan masalah, dan bisa mengambil keputusan. Itu semua berhubungan dengan karakter yang dibentuk melalui kebiasaan kecil di rumah tadi," ujarnya.
Karena itu, ia berharap orang tua tidak hanya berfokus mengejar nilai rapor atau prestasi akademik anak. Menurut Fauzan, membangun kebiasaan sederhana di rumah justru menjadi investasi jangka panjang yang dapat membentuk karakter sekaligus kepemimpinan anak.
"Kadang kita mencari cara yang rumit untuk mendidik anak. Padahal, hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi masa depan mereka," kata Fauzan.
Baca juga: 8 Program Kolaborasi Kampus dengan Pemerintah, Bikin Bensin dari Sawit hingga Giant Sea Wall
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)





