VIVA – Penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) mulai memunculkan berbagai respons dari para pengemudi di lapangan. Dampak kebijakan tersebut dinilai beragam karena dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tingkat permintaan, jam operasional, hingga strategi masing-masing mitra dalam mengambil order.
Sejumlah mitra Grab di berbagai daerah mengaku telah merasakan perubahan setelah skema komisi 8 persen mulai diterapkan.
Meski demikian, pengalaman yang disampaikan tidak sepenuhnya seragam. Ada pengemudi yang mencatat kenaikan pendapatan, ada pula yang menyebut pendapatannya cenderung stabil. Sementara sebagian lainnya masih menghadapi perlambatan order yang dipengaruhi kondisi musiman.
Salah satu mitra Grab asal Jakarta, Alam Selamet, membandingkan catatan pendapatannya selama sepekan sebelum dan sesudah penerapan skema komisi baru. Menurutnya, hasil yang diperoleh tetap dipengaruhi oleh cara pengemudi mengatur aktivitas saat bekerja di lapangan.
"Setelah kebijakan 8 persen ini, alhamdulillah ada kenaikan. Yang penting kita semangat mengantarkan dan menjemput orderan," ujarnya, dikutip dari keterangannya, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pengakuan serupa datang dari Untung, mitra pengemudi yang beroperasi di wilayah Bekasi. Ia membandingkan jumlah perjalanan serta pendapatan yang diterima pada dua tanggal berbeda setelah kebijakan tersebut berlaku.
Menurutnya, perubahan pendapatan tidak bisa hanya dikaitkan dengan besaran komisi semata. Kondisi order yang diterima setiap pengemudi juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil yang diperoleh.
"Dengan berlakunya komisi 8 persen, pendapatan saya meningkat, bukan menurun," ujarnya.
Sementara itu, mitra Grab asal Medan, Fredy Tarigan, juga mengaku memperoleh pendapatan yang lebih baik setelah skema komisi 8 persen diterapkan. Ia menilai pengemudi tetap perlu aktif mencari peluang order dan tidak hanya bergantung pada satu kondisi tertentu.
"Kalau menurut saya, 8 persen ini sudah maksimal, cukup baik. Pendapatan lebih lumayan, makin naik."
Beragam pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dampak penerapan komisi 8 persen tidak selalu sama bagi setiap mitra pengemudi. Perbedaan wilayah operasional, tingkat permintaan layanan, hingga pola kerja masing-masing pengemudi menjadi faktor yang turut memengaruhi besaran pendapatan yang diperoleh.
Selain itu, waktu operasional juga menjadi salah satu aspek yang dinilai penting. Pengemudi yang memanfaatkan jam-jam dengan permintaan tinggi berpeluang memperoleh lebih banyak perjalanan dibandingkan mereka yang beroperasi pada waktu dengan aktivitas pelanggan yang lebih rendah.





