Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Oktavia menilai, kasus dugaan siswa membawa bom rakitan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, harus dijadikan pelajaran.

Sebab, siswa inisial R (17) itu diduga membawa bom rakitan karena mendapat perundungan atau bullying.

"Ini juga menjadi pengingat bahwa sekolah harus memiliki sistem pencegahan dan penanganan bullying yang lebih efektif," kata Lola, saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).

Menurut dia, sekolah harus memiliki sistem pencegahan dan penanganan bullying.

Baca juga: Anggota DPR Dorong Edukasi Bahaya Ancaman Bom usai Teror di SDN Srengseng Sawah 15

Lola menekankan kasus perundungan tidak boleh dianggap sepele.

"Perundungan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, karena dapat memicu dampak psikologis yang serius," ucap Lola.

Meski begitu, hal ini tidak dapat menjadi pembenaran atas perbuatan melawan hukum.

"Tetapi akar persoalan seperti bullying juga harus ditangani secara serius agar tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan masyarakat," imbuh dia.

Politikus Partai Nasdem ini juga mendorong adanya penguatan edukasi terkait bahaya ancaman bom.

Lola mengatakan, tindakan terkait ancaman bom tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi membuat kepanikan massal, mengganggu ketertiban umum, dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Dia mendorong BNPT, Polri, Kementerian Pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta pemerintah daerah untuk memperluas edukasi mengenai bahaya radikalisme, penyalahgunaan bahan peledak, literasi digital, dan penyelesaian konflik secara sehat.

Baca juga: Siswa Ledakkan Bom Rakitan Pernah Di-bully, Pigai Curhat Dirinya Korban Rasis

"Apalagi jika sudah sampai pada tahap merakit bahan peledak, risikonya jauh lebih besar dan dapat mengancam nyawa," lanjut Lola.

Seorang siswa, R (17), diduga membawa bom rakitan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026).

Benda tersebut diduga sempat meledak di salah satu ruang kelas hingga memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan keterangan polisi, R merakit bomnya sendiri dengan belajar dari internet.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBSI pastikan pelatwil barat selaras dengan program pelatnas
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Tak Lagi Korea, Kini Shanghai Makin Dilirik untuk Perawatan Estetika
• 8 jam laluherstory.co.id
thumb
Kemendag: Sertifikasi kompetensi broker berikan perlindungan konsumen
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Waspada Risiko Fiskal
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Kuasa Hukum Don Ritto Buka Suara soal Rumah di Sentul yang Sempat Digeledah Polisi
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.