Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, masih belum menutup proses penyusunan skuad menuju Piala AFF 2026.
Di tengah persiapan yang terus dimatangkan, pelatih asal Inggris itu memastikan masih ada satu posisi yang harus segera dilengkapi, yakni penjaga gawang ketiga.
Keberadaan kiper tambahan menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda. Selain untuk memenuhi regulasi turnamen, John Herdman juga ingin memastikan Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang memadai sepanjang kompetisi berlangsung.
- Kita Garuda ID
Hingga pertengahan Juli, pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali baru diikuti dua penjaga gawang. Kedua nama tersebut adalah Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi yang terus menjalani latihan bersama skuad Garuda sejak dimulainya training camp.
Situasi itu membuat tim pelatih harus segera menentukan satu nama tambahan. Apalagi, daftar resmi pemain yang akan dibawa ke Piala AFF 2026 hanya berisi 23 pemain sehingga setiap keputusan harus dipertimbangkan secara matang.
Meski demikian, Herdman menegaskan bahwa mencari penjaga gawang ketiga bukan sekadar soal kemampuan mengawal gawang.
Ada sejumlah aspek lain yang dinilai sama pentingnya untuk menjaga keseimbangan tim selama turnamen.
Menurutnya, pemain yang dipilih harus mampu menerima peran di dalam skuad. Kehadiran seorang kiper pelapis diharapkan tetap bisa memberikan dampak positif, baik di dalam maupun di luar lapangan.
- Kita Garuda ID
Herdman kemudian menjelaskan bahwa karakter pemain menjadi salah satu faktor utama dalam proses seleksi. Baginya, kualitas teknis memang penting, tetapi kepribadian yang baik juga menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan.
"Kami juga akan menambah kiper ketiga dalam daftar pemain. Saat ini kami sudah berlatih dengan dua orang kiper," ujar Herdman di Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (18/7/2026).
"Saat kami memilih kiper ketiga, penting agar dia (calon kiper) itu memiliki kepribadian yang tepat,” tambahnya.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut juga ingin menjaga hubungan baik dengan klub-klub peserta Super League. Karena itu, ia tidak ingin memanggil penjaga gawang utama dari sebuah klub apabila kehadirannya sangat dibutuhkan selama masa persiapan kompetisi domestik.




