Pengacara Hotman Paris menyebut penetapan eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka dilakukan tanpa melapor atau pamit kepada Presiden Prabowo Subianto. Febrie ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU terkait ASABRI oleh Polri.
Hotman menyampaikan itu usai mendampingi Febrie menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).Dia menyebut Presiden Prabowo merupakan kliennya selama puluhan tahun.
Dia menyebut Febrie adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo. Sebab, katanya, berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis.
"Di mana logikanya seorang bawahan Presiden justru mentersangkakan dan mempermalukan bawahan lain yang adalah kebanggaan Presiden? Yang telah mengembalikan uang negara Rp 430 triliun dengan cara seperti ini," kata Hotman kepada wartawan.
Hotman mengaku mendapat informasi bahwa proses hukum yang dilakukan Polri terhadap Febrie tidak diketahui oleh Prabowo.
"Bayangin orang yang kebanggaannya Presiden tiba-tiba dikriminalisasi bahkan tanpa pamit sama Presiden. Karena waktu saya di Singapura, saya bikin akun bahwa enggak mungkin Presiden enggak tahu, ternyata enggak (tahu)," ungkapnya.
Menurut Hotman, tindakan mentersangkakan Febrie merupakan bentuk kurangnya penghormatan terhadap Presiden Prabowo. Dia menduga apa yang dilakukan Febrie dalam membongkar kasus-kasus besar seperti Petral hingga MBG telah mengganggu kenyamanan para oligarki.
"Banyak oligarki yang terganggu. Benar-benar dengan melakukan itu terhadap mantan Jampidsus ini, saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo," tutur Hotman.
Dalam kesempatan itu, Hotman juga membeberkan alasannya pasang badan membela Febrie dalam dugaan korupsi itu.Dia mengklaim keputusannya menjadi kuasa hukum Febrie bukan demi uang atau sekadar cari muka.
"Jangan tanya saya cari muka, saya tidak butuh uang lagi. Dan semua klien saya konglomerat, tanya semuanya," beber Hotman.
"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Saya bayarannya super mahal di Indonesia," pungkasnya.
(ond/idh)





