Buka LCC 4 Pilar MPR Tingkat Papua Barat Daya, Robert Joppy Ajak Teladani Frans Kaisiepo

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SORONG - Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Robert Joppy Kardinal membuka secara resmi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Papua Barat Daya di Aimas Convention Centre, Kabupaten Sorong, Sabtu (18/7).

Robert dalam sambutannya menegaskan LCC Empat Pilar MPR bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun semangat kebangsaan, memahami nilai-nilai luhur bangsa, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Temui Tokoh Papua Barat Daya, Kaesang Berdiskusi soal Pembangunan Daerah

Terkait pemahaman dan implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR, Robert menilai peserta mesti berpegang pada dua hal luar biasa di Papua yang bisa dijadikan contoh.

BACA JUGA: Gelar FGD, MPR Bahas Ketidaksesuaian Pelaksanaan Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Pemda

Pertama, ungkapan yang hidup di tengah masyarakat Papua, yakni 'satu tungku banyak batu' yang menggambarkan pentingnya saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat.

"Indonesia berdiri bukan karena memiliki kesamaan, melainkan karena adanya kesepakatan untuk hidup dalam keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, adat, budaya, dan agama justru menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa sesuai nilai-nilai Empat Pilar MPR RI," jelas Robert dalam keterangannya, Sabtu (18/7).

BACA JUGA: Waka MPR Siap Kawal Percepatan Proyek Irigasi di Sulteng, Anggaran Capai Rp 325 Miliar

Satu hal lagi, Robert mengajak generasi muda meneladani perjuangan para pahlawan nasional, termasuk pahlawan asal Papua, Frans Kaisiepo.

"Keberanian beliau mengibarkan sang merah putih di tanah Papua, mengangkat harga diri bangsa dan harapan akan persatuan dan cita-cita agar seluruh anak bangsa dapat hidup dalam negara yang merdeka berdaulat adil dan makmur," tegasnya.

Menurut Roberth, jika peserta LCC Empat Pilar MPR Provinsi Papua Barat Daya mampu meramu ungkapan filosofis masyarakat Papua dan meneladani pahlawan bangsa itu, maka bangsa ini sudah memiliki calon pemimpin bangsa yang berkarakter dan memiliki kecintaan mendalam terhadap Indonesia.

Robert menambahkan, LCC Empat Pilar MPR RI juga merupakan investasi kebangsaan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme.

Karena itu, dia mengajak seluruh peserta terus belajar, menjunjung tinggi kejujuran, serta membawa nama baik Papua Barat Daya hingga tingkat nasional.

Dia juga mengingatkan pentingnya mencintai daerah asal sebagai langkah awal mencintai Indonesia serta menjaga persaudaraan dan persatuan sebagai modal utama membangun bangsa.

Sekolah Terbaik Akan Wakili Provinsi di Final Nasional

Robert mengungkapkan, penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR 2026 merupakan rangkaian kompetisi nasional yang melibatkan seluruh provinsi di Indonesia.

Kegiatan yang dimulai sejak 31 Maret 2026 itu menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.

Tim terbaik dari setiap provinsi nantinya akan bertanding pada grand final di Jakarta pada Agustus 2026.

Penyelenggaraan final Provinsi LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Barat Daya ini sendiri, diikuti sembilan sekolah lanjutan atas dan sederajat dari seluruh wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Sembilan sekolah tersebut, yakni SMAN 3 Kota Sorong, SMAS Averos Kota Sorong, MAN Kota Sorong, SMAN 2 Kabupaten Sorong, SMAN 5 Kabupaten Sorong, SMK Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong, SMKN 1 Kabupaten Sorong, SMAN 2 Kota Sorong dan SMKN 2 Sorong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota MPR dari Kelompok DPD Dapil Provinsi Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR Wachid Nugroho, dan para guru pendamping sekolah peserta.

Adapun Dewan Juri adalah Lektor Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Nursalim, Dosen/Lektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Firman, dan Dosen/Lektor Universitas Pendidilkan Muhammadiyah Sorong Yoga Andriyan. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selat Hormuz Memanas, Waka MPR Eddy Ingatkan Ancaman bagi Pasokan Energi Global


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bingkai Sepekan: JPO Tendean Roboh, Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia
• 14 jam laludetik.com
thumb
Jelang Persebaya vs PSIS, Tavares Siapkan Kombinasi Pemain Baru dan Lama
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
5 Cara Efektif Siapkan Dana Pendidikan untuk Anak
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantan Menkumham Hamid Awaludin Desak KPK Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus, Ini Alasannya | ROSI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Mengenal Cublak Suweng, Blend Kopi yang Terinspirasi dari Budaya Jawa
• 20 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.