JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI-P Mayjen TNI (Purn) Tubagus (TB) Hasanuddin menilai, operasional TNI akan terganggu jika anggaran pertahanan dikurangi.
"Ya mengganggu (operasional prajurit TNI)," kata Hasanuddin, saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).
Jika nantinya ada efisiensi atau pengurangan anggaran pertahanan, tentu TNI harus melakukan penyesuaian ulang agar tugas tetap berjalan optimal.
"Sehingga harus dilakukan, ya, penyesuaian. Anggaran mana yang tidak dilanjutkan atau dihentikan, gitu," ucap Hasanuddin.
Baca juga: Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
Dia kemudian menjelaskan TNI telah mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2027 ke DPR, dengan total Rp 334 triliun.
Berdasarkan pemberitaan Antara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapat pagu anggaran untuk 2027 sebesar Rp 139 triliun.
Kemudian, Kemenhan meminta usulan tambahan anggaran sebesar Rp 195 triliun agar totalnya menjadi Rp 334 triliun.
Namun, pensiunan Jenderal TNI ini menilai, ada kemungkinan anggaran pertahanan tahun depan akan dikurangi.
"Jadi, bisa jadi, ya, untuk tahun yang akan datang dikurangi, gitu, dalam artian, pengajuan tambahannya tidak diberikan, gitu kira-kira," ucap dia.
Baca juga: Prabowo Bicara Pangkas Anggaran Pertahanan, Legislator: APBN untuk Rakyat
Ia melanjutkan, soal usulan tambahan anggaran tersebut baru akan diputuskan setelah Sidang Tahunan di Gedung DPR/MPR/DPD yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Agustus mendatang.
"Kita lihat setelah pidato presiden tanggal 16 Agustus," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah akan menghemat anggaran demi menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.
Jika diperlukan, Prabowo juga akan memangkas anggaran pertahanan dan polisi.
"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo, dalam Panen Raya Bersama TNI, di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
Prabowo pun menanyakan kesiapan personel TNI-Polri yang hadir di sana.
Jajaran TNI-Polri yang hadir pun menyatakan siap untuk dikurangi anggarannya.
"Rela TNI? Rela polisi? Aku tanya TNI bukan kau. Rela ya kurangi? Ikhlas? Kok ikhlas, ikhlas, ikhlas," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




