Jakarta, VIVA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz mengungkap hasil operasi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam kontak tembak yang terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, tiga anggota kelompok tersebut tewas, sementara aparat masih memburu pemimpin kelompok yang berstatus daftar pencarian orang (DPO), Ronal Heluka.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa kontak tembak berlangsung di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, sekitar pukul 05.45 WIT.
Menurut Yusuf, operasi dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang dipimpin Ronal Heluka. Saat dilakukan penindakan, anggota KKB memberikan perlawanan sehingga terjadi baku tembak dengan petugas.
"Petugas bergerak cepat mengambil tindakan tegas dan terukur guna memastikan keselamatan masyarakat," kata Yusuf dalam keterangannya, Sabtu, 18 Juli 2026.
Hasil operasi tersebut, tiga anggota KKB dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan identifikasi aparat, ketiganya adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Mereka diketahui merupakan bagian dari KKB Kodam XVI Yahukimo Batalyon Yamue.
Polisi Sita Senjata Api hingga Puluhan AmunisiSelain melumpuhkan tiga anggota kelompok bersenjata, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Barang bukti yang diamankan meliputi:
- 3 pucuk senjata api;
- 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter;
- 2 kapak;
- 2 senjata tajam berupa pisau panjang;
- 1 unit handy talky (HT) Icom;
- 1 buah peredam senjata;
- 7 unit telepon genggam berbagai merek;
- Sejumlah barang bukti lainnya.
Yusuf mengatakan seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata secara menyeluruh.
"Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh," ujarnya.
Selain barang bukti, polisi juga mengamankan empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM. Keempatnya saat ini masih dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Yusuf menegaskan bahwa operasi penegakan hukum tersebut hanya ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata dan tidak menyasar masyarakat sipil.





