JAKARTA - Anggota South China Sea Council, Anak Agung Banyu Perwita, mendorong ASEAN dan China segera mempercepat penyelesaian Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan. Menurutnya, penyusunan aturan bersama tersebut menjadi langkah paling realistis untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik.
Banyu menilai, satu dekade setelah putusan arbitrase yang diajukan Filipina, situasi di Laut China Selatan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Sebaliknya, ketegangan antarnegara justru meningkat, disertai semakin seringnya insiden di laut yang memperumit dinamika kawasan.
"Dibandingkan terus memperdebatkan persoalan hukum yang telah berlangsung selama satu dekade, perhatian seharusnya lebih diarahkan pada percepatan perundingan Code of Conduct (COC) di Laut China Selatan, penyempurnaan mekanisme manajemen krisis kawasan, penguatan sentralitas ASEAN, serta pencegahan politisasi dan pembentukan blok-blok geopolitik dalam isu Laut China Selatan," ujar Banyu dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Ia menegaskan, stabilitas jangka panjang tidak akan ditentukan oleh perdebatan mengenai sengketa masa lalu, melainkan oleh kemampuan negara-negara di kawasan membangun mekanisme tata kelola yang inklusif, matang, dan berkelanjutan.




