Istanbul (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Sabtu menyatakan bahwa Teheran memutuskan menangguhkan komitmen terhadap memorandum perdamaian setelah menilai "Amerika Serikat melanggar komitmennya."
“AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad,” kata Gharibabadi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars.
“Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini,” kata dia, menambahkan.
Ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah setelah AS dan Iran tak kunjung menghentikan saling serang antara mereka.
Eskalasi militer antara kedua negara tetap meningkat meski dengan adanya memorandum perdamaian yang diteken pada Juni lalu, melalui mediasi Pakistan, untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai permanen yang berkelanjutan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran: Korban tewas serangan AS naik jadi 38, lebih dari 400 terluka
Baca juga: Serang infrastruktur sipil, Iran tuding AS lakukan kejahatan perang
Baca juga: China, Pakistan desak AS dan Iran untuk menghentikan permusuhan
“AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad,” kata Gharibabadi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars.
“Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini,” kata dia, menambahkan.
Ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah setelah AS dan Iran tak kunjung menghentikan saling serang antara mereka.
Eskalasi militer antara kedua negara tetap meningkat meski dengan adanya memorandum perdamaian yang diteken pada Juni lalu, melalui mediasi Pakistan, untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai permanen yang berkelanjutan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran: Korban tewas serangan AS naik jadi 38, lebih dari 400 terluka
Baca juga: Serang infrastruktur sipil, Iran tuding AS lakukan kejahatan perang
Baca juga: China, Pakistan desak AS dan Iran untuk menghentikan permusuhan





