Peringatan 27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan, Berbagai Kalangan di Sydney Menyatakan Dukungan

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada Kamis (16 Juli), sejumlah praktisi Falun Gong di Sydney, Australia, mengadakan aksi unjuk rasa di pusat kota untuk memperingati 27 tahun perlawanan damai terhadap penganiayaan Falun Gong. Berbagai tokoh dari berbagai kalangan mengecam tindakan represif Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta dugaan penindasan lintas negara, sekaligus memuji keteguhan praktisi Falun Gong dalam mempertahankan prinsip “Sejati, Baik, Sabar”. 

Pakar hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing, mengatakan: “Penganiayaan besar-besaran yang dilakukan rezim PKT terhadap Falun Gong merupakan salah satu bencana pelanggaran hak asasi manusia paling tragis di dunia pada awal abad ke-21.”

“Kami berada di Martin Place, kawasan pusat bisnis Sydney. Praktisi Falun Gong menggelar aksi untuk menuntut PKT menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong yang telah berlangsung selama 27 tahun,” kata reporter NTD Wang Weibiao melaporkan. 

Sejumlah tamu kehormatan hadir untuk menyampaikan dukungan. Mereka mengecam tindakan represif PKT dan memuji keberanian luar biasa para praktisi Falun Gong yang selama 27 tahun tetap berpegang teguh pada prinsip Sejati, Baik, Sabar.

Yuan Hongbing juga menyatakan: “Gerakan penyebaran Sembilan Komentar tentang Partai Komunis serta gerakan mendorong masyarakat keluar dari Partai Komunis Tiongkok dan organisasi-organisasi afiliasinya merupakan salah satu gerakan kemanusiaan terbesar di abad ke-21, karena yang ingin diselamatkan adalah hati nurani dan jiwa rakyat Tiongkok.”

Pakar hukum Australia David Flint mengatakan: “Organ tubuh mereka diduga diambil secara paksa dan kemudian diperjualbelikan. Perdana Menteri Australia dan pemimpin oposisi seharusnya bersama-sama mendorong pembentukan undang-undang agar Australia tidak terlibat, dalam bentuk apa pun, dalam praktik pengambilan organ secara paksa, sebagaimana langkah yang telah diambil Amerika Serikat.”

Mantan anggota DPR Federal Australia Craig Kelly mengatakan: “Saya selalu bersimpati dan mendukung Falun Gong serta Falun Dafa. Saya bangga karena selama ini saya secara terbuka mengecam penganiayaan brutal yang dilakukan rezim Komunis Tiongkok terhadap rakyatnya.”

Ketua Nasional Family First Party, Lyle Shelton, menyatakan: “Jika saya mendapat kehormatan terpilih sebagai anggota Dewan Legislatif New South Wales, saya berjanji akan menjadi suara yang berani menentang PKT di parlemen negara bagian.”

Dalam beberapa tahun terakhir, dugaan penindasan lintas negara oleh PKT semakin menjadi perhatian masyarakat internasional.

Presiden Himpunan Falun Dafa Australia, Dr. Lucky Zhao, mengatakan: “Penindasan lintas negara yang dilakukan PKT terhadap komunitas di luar negeri bukan lagi sekadar persoalan kebebasan beragama dan hak asasi manusia bagi praktisi Falun Gong, tetapi juga telah menjadi ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara demokrasi Barat.”

Associate Professor Studi Tiongkok di University of Technology Sydney, Feng Chongyi, mengatakan: “Hingga hari ini mereka (PKT) masih melakukan penindasan secara gencar terhadap Falun Gong dan kelompok-kelompok lainnya. Namun, menurut saya, ini adalah kegilaan menjelang akhir; mereka hanya sedang melakukan perjuangan terakhir.”

Mantan calon anggota parlemen federal Australia Ganesh Loke mengatakan: “Saya pikir pemerintah Australia perlu mengambil sikap yang lebih tegas karena ini dapat dianggap sebagai bentuk campur tangan terhadap politik dalam negeri Australia.”

Seorang praktisi Falun Gong Tang Yiwen, yang pernah mengalami penahanan dan penyiksaan oleh PKT, tiba di Australia pada Mei tahun ini setelah sembilan tahun hidup dalam pengasingan dan akhirnya memperoleh kebebasan.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang-orang baik di pemerintah Australia. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Australia yang memungkinkan kami, praktisi Falun Dafa, dapat bermeditasi dan berkultivasi secara damai di sini,” katanya. 

Anggota komunitas warga Hong Kong di New South Wales, Shi Enman, mengatakan:

“Selama kita terus berusaha dan tetap berpegang pada keyakinan kita, suatu hari nanti kita pasti akan berhasil.”

Anggota komunitas yang sama, Venus, mengatakan: “Saya mendukung Falun Gong! Kami berharap suatu hari nanti PKT akan runtuh, dan semua orang dapat menyaksikan hari itu.”

Aktivis demokrasi Fu Shengli mengatakan: “Teruslah berjuang. Saya percaya suatu hari nanti Tiongkok akan menjadi negara yang bebas, demokratis, dan memiliki kebebasan berbicara. Saya yakin hari itu akan segera tiba.”

Feng Chongyi menambahkan: “Selama orang-orang yang berhati nurani dan beritikad baik bersatu dan terus berjuang, saya yakin rezim yang jahat seperti ini pada akhirnya akan berakhir.”

Di lokasi acara, banyak warga turut menandatangani petisi yang menyerukan agar PKT menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Laporan Kantor Berita New Tang Dynasty Television (NTD), Sydney, Australia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
/Tips Mengurangi Risiko saat Anak Dibonceng Motor, Jangan Abaikan Hal Ini
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal SEA V Cup 2026, Sabtu 18 Juli: Semifinal! Timnas Voli Indonesia Hadapi Vietnam untuk Satu Tiket ke Partai Puncak
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prancis vs Inggris Berebut Peringkat 3 Dunia
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Tabrakan Truk Beruntun di Tol JORR Diduga Akibat Micro Sleep, Sopir Tewas dan Dua Orang Alami Luka
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.