CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Iran memutuskan menangguhkan komitmennya terhadap Memorandum Islamabad setelah menilai Amerika Serikat tidak lagi menjalankan kewajibannya dalam kesepakatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, Sabtu (18/7).
Dalam keterangannya yang disiarkan kantor berita Fars, Gharibabadi menegaskan bahwa langkah Teheran merupakan respons atas dugaan pelanggaran yang dilakukan Washington terhadap isi memorandum perdamaian.
“AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad,” kata Gharibabadi.
Menurut dia, keputusan Iran diambil setelah menilai tidak ada lagi dasar untuk tetap menjalankan kewajiban dalam kesepakatan tersebut.
“Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini,” ujarnya.
Keputusan tersebut mempertegas memburuknya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa waktu terakhir kembali diwarnai aksi saling serang. Situasi itu memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Padahal, kedua negara sebelumnya telah menyepakati Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut bertujuan menghentikan konflik bersenjata sekaligus membuka jalan menuju perdamaian yang bersifat permanen dan berkelanjutan.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan implementasi memorandum tersebut menghadapi hambatan serius. Eskalasi militer antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat, sementara tuduhan saling melanggar komitmen membuat prospek penyelesaian konflik kembali dipenuhi ketidakpastian.
Pernyataan Iran ini menambah daftar dinamika terbaru dalam hubungan kedua negara yang hingga kini masih diliputi ketegangan, meski upaya diplomatik sebelumnya sempat menghasilkan kesepakatan damai melalui Memorandum Islamabad.
Sumber: Anadolu




