Jakarta: Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, meminta tim investigasi dari TNI Angkatan Darat mengusut secara menyeluruh penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Madiun, Jawa Timur. Evaluasi total terhadap standar pengamanan mendesak dilakukan guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan,” ujar Hasanuddin di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 19 Juli 2026.
Baca Juga :
DPR Minta Hasil Investigasi Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun Dibuka ke PublikHasanuddin menegaskan, tim investigasi juga wajib memeriksa kondisi serta usia amunisi yang tersimpan di dalam gudang. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah ada amunisi yang telah kedaluwarsa, rusak, atau mengalami penurunan kualitas yang bisa memicu terjadinya kecelakaan.
“Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional,” tegas Hasanuddin.
Selain aspek teknis penyimpanan, ia menyoroti penempatan gudang amunisi yang posisinya berada terlalu dekat dengan permukiman warga. Jika lokasi tersebut terbukti tidak lagi memenuhi standar jarak aman yang berlaku, pemerintah diminta segera memindahkan fasilitas tersebut ke kawasan yang lebih terisolasi.
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
"Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Hasanuddin.
Ledakan di Gupusmu II TNI di Kecamatan Saradan, Madiun ini terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026, ketika para prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin. Insiden fatal tersebut mengakibatkan satu prajurit gugur dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
"Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya.




