Buka Praktik Dokter Ilegal, Dua WNA Asal Vietnam di Jaksel Didepotasi

tvonenews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan mendeportasi dua warga negara asing (WNA) Vietnam yang diduga membuka praktik kedokteran secara ilegal di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Jakarta Selatan, Rian Kasim di Jakarta, pada Minggu (19/7/2026).

"THT dideportasi pada 17 Juni 2026, sedangkan NNQVT dideportasi pada 24 Juni 2026 melalui Bandara Soekarno-Hatta," katanya. 

Keduanya juga dikenai tindakan penangkalan, sehingga tidak dapat kembali memasuki wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rian mengatakan penindakan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @kanimjaksel.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Jakarta Selatan segera melakukan penyelidikan dan pengecekan di lokasi.

Tim Inteldakim berhasil mengamankan THT, sementara itu, NNQVT sempat melarikan diri saat pemeriksaan sedang berlangsung.

"Sebagai langkah pengawasan, identitas NNQVT kemudian dimasukkan ke dalam sistem Subject of Interest (SOI) Direktorat Jenderal Imigrasi," katanya.

Beberapa waktu kemudian, NNQVT terdeteksi saat hendak meninggalkan wilayah Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Melalui notifikasi dari sistem SOI, petugas Imigrasi Soekarno-Hatta segera mengamankan yang bersangkutan dan berkoordinasi dengan Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua WNA Vietnam tersebut diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Atas pelanggaran tersebut, keduanya dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan pun mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran keimigrasian.

Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum keimigrasian. (ant)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Tunggu Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Akses Ilegal CCTV
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Rasa Group Bidik Ekspansi Ekspor ke Timur Tengah hingga Jepang
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Persija Jakarta Tambah Amunisi Alumni Liga Champions, Datangkan Eks Timnas Bosnia-Herzegovina Stjepan Loncar
• 19 jam laluharianfajar
thumb
ANTARA libatkan UMKM lokal dalam nobar final Piala Dunia di Sebatik
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Mantan Wakapolri Ngamuk Merasa Dikriminalisasi, Oegroseno: Saya Tahu Arah Laporan Ini Kemana!
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.