Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tidak terlalu lama menerapkan moratorium pembangunan dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mendorong agar dapur yang sudah dibangun dan memenuhi kriteria mendapat prioritas untuk dilanjutkan.

Mulanya, Yahya mengatakan ada tiga kebijakan yang diterapkan BGN di bawah kepemimpinan baru. Kebijakan itu di antaranya moratorium dapur baru, refocusing penerima manfaat, serta efisiensi anggaran.

"Terkait dengan moratorium dapur baru Komisi IX telah mengadakan RDPU dengan mitra MBG yang terdiri dari berbagai asosiasi dan konsorsium," kata Yahya kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Baca juga: Waka BGN Minta Waktu ke Mitra SPPG untuk Tata Program MBG

"Aspirasi mereka BGN harus berlaku adil dan menempatkan mereka secara setara, karena mereka secara resmi mendapat persetujuan bekerjasama dengan BGN untuk membangun dapur dan telah mendapat ID. Kerjasama mereka sah secara kelembagaan dengan BGN, bukan kerjasama dengan perorangan," sambungnya.

Yahya menyebut para mitra telah mengeluarkan investasi untuk pembangunan dapur MBG. Bahkan, sebagian dari mereka harus meminjam dana dari bank hingga menjual aset untuk membiayai pembangunan.

"Mereka juga sudah keluar uang untuk menjaga dan merawat bangunan yang sudah selesai. Mereka telah berinvestasi jadi harus dihargai dan diperhatikan oleh BGN," ujarnya.

Politisi Golkar ini pun meminta BGN memberikan batas waktu yang jelas selama masa moratorium. Selain itu, juga melakukan evaluasi terhadap dapur yang masih bisa dilanjutkan kerja samanya.

"BGN harus punya limit waktu untuk melakukan moratorium sekaligus evaluasi serta membuat klasifikasi terhadap dapur yang bagaimana yang masih bisa dilanjutkan kerjasamanya," paparnya.

"Bagi dapur yang sudah ada SPPI dan sudah ada virtual accountnya harus diprioritaskan untuk dilanjutkan. Kedua, dapur yang sudah selesai dibangun juga perlu mendapat prioritas. BGN jangan terlalu lama melakukan moratorium karena hal ini menyangkut kepastian," sambungnya.

Lebih lanjut, Yahya mengatakan MBG merupakan salah satu program yang dibiaya oleh masyarakat. Dia mengatakan kerja sama masyarakat resmi secara kelembagaan dengan BGN.

Yahya juga meminta pembangunan dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi perhatian. Menurutnya, ada sekitar 2.000 dapur yang sudah selesai dibangun namun masih terkendala kebijakan moratorium.

"Yang perlu mendapat prioritas untuk dilanjutkan adalah pembangunan dapur di daerah 3T. Informasinya ada 2.000 dapur yang sudah selesai di bangun tapi sekarang terkendala dengan adanya moratorium. Itu harus diprioritaskan untuk dilanjutkan kerjasamanya," tuturnya.


(amw/idh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bongkar Jaringan Sabu Sampang Utara, Polresta Sumenep Bekuk Tiga Tersangka
• 13 jam laluberitajatim.com
thumb
Operasi Pasar Murah Digelar Rutin di 4 Pasar Majalengka, Harga Beras dan Minyakita Lebih Murah
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Laga Prancis vs Inggris di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Jadi Gerbang Ekspor ke Amerika Latin, Mendag Dorong Pengesahan IP-CEPA 
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Warga Terusik gegara Konten Kreator Promosi Miras di Ruang Publik
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.