Pantau - Kualitas udara di Jakarta pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir.
Jakarta Berstatus Tidak SehatBerdasarkan data IQAir pada pukul 05.57 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 168.
Polusi udara didominasi partikel PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 80 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat sehingga berpotensi merugikan kesehatan kelompok sensitif, termasuk manusia dan hewan, serta dapat berdampak pada tumbuhan dan nilai estetika lingkungan.
IQAir merekomendasikan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan menutup jendela untuk mengurangi paparan udara yang tercemar.
Kota dengan kualitas udara terburuk pertama ditempati Kinshasa, Kongo, dengan AQI 193.
Posisi kedua ditempati Kampala, Uganda, dengan AQI 176.
Lahore, Pakistan, berada di peringkat keempat dengan AQI 166.
Addis Ababa, Ethiopia, menempati posisi kelima dengan AQI 154.
Pemprov DKI Siapkan Langkah PengendalianPemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan respons cepat untuk mengendalikan pencemaran udara selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dari awal Mei hingga Agustus.
Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas sistem pemantauan udara dan pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.
Pemprov DKI juga terus mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dengan meninjau tren PM2.5, beban emisi setiap sektor, serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut Pemprov DKI, "Pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta."




