Gadis 19 Tahun Jadi Dalang Pembunuhan Ayah Angkat di Nganjuk, Ajak Kekasih dalam Skenario Licik

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gadis 19 tahun jadi dalang pembunuhan ayah angkat di Nganjuk, Jawa Timur. Pelaku mengajak kekasihnya dalam skenario licik pembunuhan sadis sang ayah.

Peristiwa menggemparkan baru-baru ini terjadi di Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Seorang pria bernama Gatot Tri Wahyu Widodo (53) ditemukan tewas terkubur di pekarangan rumahnya pada Rabu (15/7/2026).

Penemuan jasad Gatot terungkap usai warga sekitar mencurigai hilangnya korban secara misterius sejak Senin (13/7/2026). Terlebih, menghilangnya anak angkat korban dan kekasihnya turut menjadi tanda tanya dalam kasus penemuan jasad korban.

Tak disangka, gadis 19 tahun berinisial DM tersebut menjadi dalang pembunuhan ayah angkat di Nganjuk. DM sendiri yang menyusun skenario pembunuhan hingga pembagian peran dari awal hingga akhir.

Perencanaan eksekusi terhadap Gatot bahkan telah disusun pelaku beberapa hari sebelum pembunuhan dilakukan. DM pun mengajak sang kekasih, NJS (28), warga Tanjunganom, Nganjuk, untuk mengeksekusi sang ayah.

"Ini adalah pembunuhan berencana. Jadi sebelum mengeksekusi, sudah direncanakan," kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca, dikutip dari Tribun Jatim.

Di balik pembunuhan sadis terhadap pria Nganjuk tersebut, DM rupanya telah menyimpan dendam sejak kecil terhadap korban. DM mengaku mendapatkan pola asuh yang keras dari korban, baik secara fisik maupun verbal.

Terlebih, DM akhirnya mengetahui bahwa dirinya hanya berstatus sebagai anak angkat korban. Kondisi tersebut melatarbelakangi perbuatannya menghabisi korban dengan cara sadis.

"Kondisi itu diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi perbuatan tersangka DM," kata Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan, dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, kekasih DM, NJS juga menyimpan amarah kepada korban lantaran hubungannya tidak direstui oleh korban. NJS tidak direstui karena kondisi finansialnya yang tergolong kurang mampu.

Selain itu NJS juga tengah terlilit utang keluarga. Ia pun sempat dijanjikan uang oleh DM apabila mau membantu menghabisi Gatot.

 

"Iming-iming itu diterima NJS. Sebab NJS sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat keluarganya terlilit utang," jelas Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca.

Kronologi Pembunuhan

Kronologi pembunuhan ayah angkat di Nganjuk bermula dari pertemuan DM dan NJS di suatu tempat pada Sabtu (11/7/2027). Di tempat tersebut, mereka menyusun rencana untuk menghabisi Gatot.

"Yang punya ide inisiatif, merencanakan, dan membagi peran, tersangka DM. Sehingga otak pembunuhan ini adalah DM," kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca.

Sebelum mengeksekusi korban, DM dan NJS telah menyiapkan alat-alat seperti palu dan pisau. Kedua alat tersebut digunakan untuk menghabisi nyawa korban di rumahnya sendiri.

Eksekusi terhadap korban dilakukan pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di rumah korban. DM memulai aksinya dengan membekap mulut korban dari belakang, disusul NJS yang menjegal tubuh korban hingga terjatuh ke lantai.

Mendapat serangan tiba-tiba, Gatot berupaya untuk melakukan perlawanan, namun tubuhnya tidak kuat lantaran ia memiliki penyakit paru-paru. Saat korban dalam posisi telentang di lantai, NJS pun memegang kedua kaki korban.

DM kemudian memukul kepala korban dengan palu sebanyak tiga kali. Setelah itu, DM mengambil pisau dan menusuk perut korban satu kali. Tak berhenti di situ, DM lalu menggorok leher korban dengan pisau hingga meninggal dunia.

Penyidik menyebut bahwa luka sayatan di leher yang menjadi penyebab utama korban meninggal dunia akibat putusnya pembuluh darah utama.

Setelah mengeksekusi Gatot, kedua tersangka kemudian menguburkan jasad korban di pekarangan samping rumah. Penguburan dilakukan di hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB.

NJS menggali lubang menggunakan cangkul. Akan tetapi lubang yang dibuatnya tidak begitu dalam, yakni kurang dari dua meter.

 

Setelah jasad dikubur, pelaku menutupi gundukan tanah dengan genteng dan batang pohon pisang untuk menyamarkan jejak.

Pelaku Tipu Ibu Angkat

Tak hanya melakukan pembunuhan sadis, DM juga menipu ibu angkatnya bahwa sang ayah tiba-tiba menghilang. Istri Gatot sendiri sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik rokok dari pagi buta hingga pulang pukul 18.00 WIB, hal ini membuatnya tak mengetahui peristiwa sebenarnya yang terjadi.

Bahkan pada Rabu (15/7/2026) pagi, DM dan NJS sempat mengajak ibu angkatnya tersebut pergi mencari keberadaan Gatot di Jombang hingga Malang. Mereka pergi ke wilayah tersebut menggunakan sepeda motor.

Namun setibanya di Malang, DM dan NJS justru kabur meninggalkan sang ibu sendirian. Kedua pelaku pun melarikan diri ke beberapa tempat persembunyian, termasuk Pasuruan.

Penangkapan Pelaku

Kemudian, kurang dari 10 jam setelah penemuan jasad korban, kedua tersangka, DM dan NJS ditangkap polisi di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Saat itu, kedua tersangka sedang berusaha melarikan diri setelah sebelumnya sempat berpindah-pindah lokasi.

Kini, DM dan NJS harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di sel tahanan Mapolres Nganjuk guna menghadapi proses hukum terkait kasus pembunuhan ayah angkat di Nganjuk tersebut. Kedua tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman paling berat berupa pidana mati. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku
• 2 jam laludetik.com
thumb
Beda Pernyataan Hotman Paris Sebelum & Sesudah Bela Eks Jampidsus Febrie
• 54 menit lalukompas.tv
thumb
Eks Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Kena Scam, Uang Rp 1 Miliar Melayang
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, 18 Orang Masih Hilang
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Piala Dunia 2026: Inggris Mengamuk, Unggul 4-0 Lawan Prancis di Babak Pertama
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.