Harga Minyak Melonjak 16 Persen Sepekan, Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Gangguan Pasokan

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia ditutup melonjak pada Jumat (17/7/2026) sekaligus membukukan kenaikan mingguan sekitar 16 persen.

Harga Minyak Melonjak 16 Persen Sepekan, Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Gangguan Pasokan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup melonjak pada Jumat (17/7/2026) sekaligus membukukan kenaikan mingguan sekitar 16 persen, seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

harga minyak Brent ditutup naik 4,59 persen ke USD88,10 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,48 persen menjadi USD82,49 per barel pada Jumat. Keduanya mencatat level tertinggi sejak pertengahan Juni.

Baca Juga:
Rights Issue Bergulir, SINI hingga COCO Kompak Masuk Top Losers Sepekan

Secara mingguan, Brent membukukan kenaikan sekitar 16 persen untuk pekan ketiga berturut-turut, sedangkan WTI juga naik sekitar 16 persen dan mencatat penguatan mingguan kedua secara beruntun.

Lonjakan harga dipicu meningkatnya intensitas serangan antara AS dan Iran.

Baca Juga:
Harga Emas Catat Pelemahan Mingguan Terburuk dalam 6 Pekan

Pada Jumat, melansir dari Reuters, AS melancarkan serangan ke sejumlah jembatan dan bandara di Iran, sementara Teheran menyerang fasilitas listrik dan desalinasi di Kuwait.

Iran juga mengklaim melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk serangan langsung pertamanya ke Suriah, setelah enam malam berturut-turut serangan AS ke fasilitas militer Iran.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Stagnan di Rp2.614.000 Per Gram Hari Ini 19 Juli

Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow mengatakan pasar merespons meningkatnya konflik yang memuncak dalam sepekan terakhir melalui serangan harian terhadap infrastruktur Iran dan aksi balasan Teheran terhadap infrastruktur negara-negara tetangganya.

Menurutnya, apabila semakin banyak kapal tanker menjadi sasaran serangan dan mengalami kerusakan, harga minyak berpotensi terus naik karena pemilik kapal diperkirakan enggan memasuki Teluk Persia.

Konflik yang kembali memanas juga mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur tersebut.

Iran juga disebut mendesak kelompok Houthi untuk menutup jalur Laut Merah apabila AS menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.

Analis PVM Oil Associates Tamas Varga mengatakan potensi penutupan Laut Merah menjadi ancaman serius mengingat sebagian besar ekspor minyak Arab Saudi kini dialihkan ke Pelabuhan Yanbu melalui jaringan East-West Pipeline untuk menghindari Selat Hormuz.

Sejak perang dimulai, Arab Saudi telah mengalihkan lebih dari 70 persen ekspor minyak hariannya ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Volume pengiriman dari pelabuhan tersebut dalam beberapa pekan terakhir rata-rata mencapai 4 juta barel per hari, meningkat dari sekitar 973.000 barel per hari pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan berhasil menggagalkan serangan rudal Iran pada Jumat dini hari. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan seorang anak terluka akibat serpihan dari operasi pencegatan rudal.

Di kawasan lain, militer Ukraina mengklaim telah menyerang sebuah kilang minyak Rusia di wilayah Yaroslavl pada Kamis (17/7/2026). (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, F-16 dan F-35 Dikirim Dekati Iran
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Hotman Paris Didesak Minta Maaf Secara Terbuka oleh Ikatan Wartawan Hukum
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pompa Air Tenaga Surya di Samosir Bebaskan 749 Petani dari Biaya Irigasi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kebiasaan Makan yang Bisa Merusak Kesehatan
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.