Madrid: Spanyol bersiap menghadapi gelombang panas ketiga pada musim panas tahun ini dengan suhu yang diperkirakan melampaui 45 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi Negara Spanyol (Aemet) pada Sabtu kemarin menyatakan bahwa gelombang panas diperkirakan mulai berlangsung pada Selasa dan setidaknya bertahan hingga Kamis mendatang. Kondisi cuaca diprediksi mencapai puncaknya di hari Kamis.
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 19 Juli 2026, wilayah tenggara Semenanjung Iberia diperkirakan menjadi kawasan yang paling terdampak. Suhu panas ekstrem juga diperkirakan melanda Lembah Guadalquivir, Lembah Ebro, kawasan cekungan di timur laut, lembah Pegunungan Pyrenees, serta wilayah pedalaman Pulau Mallorca.
Menurut Aemet, massa udara panas dan kering yang membawa debu akan menyelimuti sebagian besar Semenanjung Iberia dan Kepulauan Balearic.
Suhu diperkirakan meningkat secara bertahap mulai akhir pekan ini dan mencapai tingkat yang sangat tinggi pada paruh pertama pekan depan, terutama di wilayah selatan dan tenggara Spanyol.
Selasa mendatang, suhu maksimum diperkirakan mencapai 41 hingga 43 derajat Celsius di wilayah pedalaman tenggara, bahkan berpotensi melampaui 44 derajat Celsius di beberapa lokasi. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut pada Rabu.
Puncak gelombang panas diperkirakan terjadi pada Kamis dengan suhu berkisar antara 42 hingga 44 derajat Celsius di kawasan tenggara Spanyol, sementara di sejumlah titik suhu dapat melebihi 45 derajat Celsius. Lembah Guadalquivir dan Cekungan Genil juga diperkirakan mencatat suhu hingga 43 derajat Celsius.
Aemet memperingatkan bahwa risiko kebakaran hutan diperkirakan kembali meningkat ke tingkat ekstrem. Badai petir kering juga berpotensi terjadi pada sore hari di kawasan pegunungan.
Mulai Jumat, suhu diperkirakan menurun di sebagian besar wilayah. Namun, Aemet menyatakan masih terdapat ketidakpastian sehingga gelombang panas berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Gelombang panas kali ini menjadi yang ketiga di Spanyol sepanjang musim panas tahun ini, setelah sebelumnya terjadi pada 21–24 Juni dan 5–9 Juli.
Data Aemet juga menunjukkan gelombang panas di Spanyol semakin sering terjadi dan datang lebih awal. Di daratan utama Spanyol hanya tercatat dua gelombang panas pada Juni selama periode 1975–2000, sedangkan antara 2000 hingga 2025 jumlahnya meningkat menjadi 10 kali.
Baca juga: Gelombang Panas Picu Kebakaran Mematikan di Spanyol, 12 Orang Tewas




