Harga CPO Menguat Hampir 2 Persen Sepekan

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) membukukan kenaikan mingguan meski ditutup melemah pada Jumat (17/7/2026).

Harga CPO Menguat Hampir 2 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) membukukan kenaikan mingguan meski ditutup melemah pada Jumat (17/7/2026). Penguatan selama sepekan didukung prospek permintaan biodiesel di tengah kenaikan harga minyak mentah.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak acuan CPO pengiriman Oktober turun 0,20 persen menjadi 4.597 ringgit per ton pada Jumat. Meski demikian, sepanjang pekan kontrak tersebut masih menguat 1,86 persen.

Baca Juga:
BNI (BBNI) Tekankan Zero Tolerance Terhadap Fraud dan Korupsi

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, dikutip Reuters, kontrak berjangka CPO Malaysia terkoreksi mengikuti pergerakan beragam harga minyak nabati pesaing.

Ia menambahkan, harga diperkirakan bergerak konsolidasi dalam kisaran sempit seiring pelaku pasar menunggu katalis baru.

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak 16 Persen Sepekan, Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,52 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,18 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 1,02 persen.

Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling bersaing di pasar minyak nabati global.

Baca Juga:
Rights Issue Bergulir, SINI hingga COCO Kompak Masuk Top Losers Sepekan

Di sisi lain, harga minyak mentah tetap bertahan di level tinggi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan serangan di kawasan Teluk.

Gangguan arus pengiriman melalui Selat Hormuz dan ancaman penutupan jalur Laut Merah menopang harga minyak, sehingga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.

Dari sisi permintaan, mengutip Trading Economics, lembaga survei kargo melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-15 Juli naik antara 4 persen hingga 12,4 persen dibandingkan periode yang sama pada Juni.

Sementara itu, Malaysia menaikkan harga referensi CPO untuk Agustus, sehingga bea keluar ekspor tetap dipertahankan sebesar 10 persen.

Di sisi lain, Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (U.S. Climate Prediction Center) menyatakan fenomena El Nino menguat dalam sebulan terakhir dan diperkirakan semakin intensif sepanjang 2026 serta berlanjut hingga awal 2027.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produksi minyak sawit di kawasan Asia Tenggara dalam jangka menengah. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kancil Menolak Punah di Jakarta, Dulu Lahir sebagai Pengganti Bemo
• 4 jam lalukompas.com
thumb
FIFA Siapkan Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Terbesar Sepanjang Sejarah, Segini Jumlahnya
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Lulusan Teknik Komputer Sulit Cari Kerja, Teknisi Data Center AI Kini Bergaji Rp5 Miliar
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Indeks Pembangunan Literasi Jabar Rendah, Perpustakaan Gasibu Malah Dirobohkan
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Penggerebekan Sarang Narkoba di Bantaran Rel Kereta Deli Serdang Diwarnai Tembakan
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.