JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Umum AIPKI Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K) menyoroti meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi dokter, menyusul sejumlah kabar dokter meninggal dunia dan berbagai kasus yang belakangan ramai dibicarakan.
Ia menegaskan, pendidikan kedokteran harus memastikan mahasiswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja, tekanan lapangan, dan tanggung jawab profesi.
“Yang selalu kami tekankan adalah bagaimana kita bisa mengenali mahasiswa kita sudah benar-benar siap bekerja di lapangan, termasuk menghadapi tekanan di lapangan,” ujar Wisnu, di Jakarta, Sabtu 19 Juli 2026.
BACA JUGA:Perang Antarkampung di Flores Timur, 3 Orang Tewas, 20 Rumah Rusak
Sementara itu, Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K) menambahkan, persoalan kesehatan dokter tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga medis.
Menurutnya, dokter juga manusia yang memiliki keterbatasan, kebutuhan untuk diperlakukan dengan baik, serta hak atas lingkungan kerja yang aman.
“Urusan kesehatan atau bagaimana menyehatkan masyarakat itu bukan hanya tugas dokter. Dokter itu manusia yang punya keterbatasan dan juga ingin diperlakukan dengan baik,” kata Anna.
Ia menilai berbagai kasus yang terjadi harus dilihat secara lebih komprehensif.
Pemerintah melalui kementerian terkait, lanjutnya, perlu memperkuat sistem pendidikan kedokteran agar proses belajar, praktik, dan pembinaan profesi berjalan aman, profesional, dan berstandar tinggi.
Perlindungan bagi dosen, mahasiswa, dokter muda, hingga dokter spesialis juga harus menjadi perhatian serius.
BACA JUGA:Bluebird Perkuat Pemberdayaan Perempuan Lewat Kartini BISA
Anna menegaskan ujian kompetensi bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan alat untuk memastikan dokter yang dihasilkan benar-benar kompeten dan mampu menjaga keselamatan pasien.
Karena itu, ia mendorong adanya dukungan lebih luas dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan
AIPKI dan FKUI berharap perhatian publik terhadap kasus dokter meninggal dan tekanan berat di dunia medis menjadi momentum memperkuat sistem pendidikan kedokteran, kesehatan mental dokter, serta budaya kerja yang lebih aman dan manusiawi di Indonesia.




