jpnn.com - JAKARTA - Kandidat calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam menyampaikan prediksi hasil final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.
Menurut pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang itu, Argentina yang akan jadi juara.
BACA JUGA: Sisi Lain Kandidat Ketum PBNU Gus Salam, Ini soal Argentina Sejak 86
Gus Salam bak tak sabaran menyaksikan final yang mempertemukan dua kekuatan besar antara perwakilan dua benua.
"Ini pertarungan mental juara Argentina melawan agresivitas Spanyol,” ujar Gus Salam.
BACA JUGA: Syaifuloh Yusuf: Gus Salam Bernazar Jika Jadi Ketum PBNU....
"Tim Tango punya mental juara dan berpengalaman di partai final. Piala Dunia sebelumnya, 2022, Argentina juara. Sekarang, berhadapan dengan Spanyol yang siap merebut juara dengan skuad muda yang agresif dan bermain cepat," ujarnya.
Menurut Gus Salam, di laga sekelas final, faktor teknis saja tidak cukup. Faktor keberuntungan akan sangat menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang. Meski mayoritas penggemar sepak bola saat ini lebih memfavoritkan Spanyol karena materi pemain mudanya, keyakinan Gus Salam tidak goyah. Sejak 1986, ia konsisten mendukung Argentina.
BACA JUGA: Kalau Diminta, Kiai Zulfa Mustofa Siap Maju di Muktamar NU
“Insyaallah Argentina. Saya tetap menjagokan Argentina. Tidak berubah, apalagi berpindah ke lain hati,” katanya.
"Prediksi saya, Argentina menang 3-1 dari Spanyol,” imbuhnya.
Gus Salam menyebut satu nama yang akan jadi pembeda pertandingan, yakni Lionel Messi.
"Final ini bukan hanya soal trofi. Ini juga tentang konsistensi, mental, dan sedikit keberuntungan yang berpihak. Kali ini, keberuntungan ada di kubu Albiceleste. Viva Argentina,” ujarnya.
Sementara itu, Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Lukman Hakim Hamid tak heran dengan adanya demam sepak bola makin terasa di kalangan NU.
"Sepak bola itu menjadi ajang silaturahmi kiai-kiai muda pesantren, santri, dan masyarakat, terutama di Jawa Timur. Hiburan sekaligus silaturahmi," katanya.
"Sepak bola memang begitu. Menyatukan bahasa, menyatukan doa, dan menyatukan sorak dari penjuru manapun di pesantren. Itu hebatnya bola. NU juga hebat. Simbol NU bola dunia, NU diperebutkan, sekaligus menyatukan,” kata Gus Lukman. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




