Pemkab Tangerang Genjot Pembenahan Demi Raih Predikat KLA Nindya

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, tengah berupaya meningkatkan capaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dari tingkat Madya menuju Nindya. Setelah mempertahankan predikat Madya selama empat tahun berturut-turut, pembenahan terus dilakukan secara kolaboratif di 29 kecamatan dan seluruh desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan, upaya tersebut membutuhkan sinergi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pembenahan tidak hanya berfokus pada regulasi, tetapi juga mencakup penyediaan infrastruktur kecil yang ramah anak. 

"Seperti penyediaan trotoar yang aman, pembuatan jalur penyeberangan (zebra cross) di area sekolah, hingga fasilitas penunjang keselamatan lainnya di jalan raya," ujar Asep di Tangerang, Sabtu, 18 Juli 2026.
 

Baca Juga :

4 Tahun Sandang KLA Nindya, Kota Tangerang Perkuat Fasilitas dan Perlindungan Anak

Selain pembangunan infrastruktur, Asep menuturkan penguatan sistem perlindungan anak juga menjadi prioritas utama. Pihaknya kini mengintegrasikan layanan pengaduan kekerasan anak dengan sistem terpusat Kementerian PPPA melalui layanan darurat SAPA 129.

"Integrasi ini menggantikan aplikasi lokal sebelumnya, 'Sisabar' (Sayang Barudak), demi efisiensi pelaporan dan koordinasi penanganan kasus yang lebih cepat," kata Asep. 

Sebagai garda terdepan di lapangan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Tangerang didukung oleh Satgas khusus yang tersebar di kecamatan dan desa. Tim ini bertugas merespons cepat berbagai kasus, seperti kekerasan seksual maupun perundungan.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir


Di sisi lain, upaya pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang juga mendapat dukungan dari meningkatnya partisipasi generasi muda. Pendaftaran Forum Anak Kabupaten Tangerang mencatat jumlah tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan 287 pendaftar dari 29 kecamatan, sebelum diseleksi menjadi 80 anggota terpilih.

"Forum ini diproyeksikan menjadi garda terdepan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam meminimalisir ancaman sosial seperti tawuran, serta tantangan era digital seperti perundungan siber (cyber bullying) dan eksploitasi anak secara digital," jelas Asep. 

Puncak komitmen tersebut akan ditandai melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Tangerang pada 23 Juli 2026 di Lapangan Raden Arya Yudhanegara. Mengusung tema “Anak Gemilang: Tumbuh, Kuat, dan Juara”, acara ini akan dihadiri sedikitnya 2.000 anak.

"Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Juni ini meliputi penyusunan Suara Anak Daerah, gelar karya kreatif, parade profesi anak, permainan tradisional, layanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) massal oleh Dukcapil, hingga pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan," ungkap Asep. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LPS: Setiap Nasabah Asuransi Akan Dapat Jaminan Polis hingga Rp 500-700 Juta
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Netflix Rogoh Rp 10,53 Triliun untuk Akuisisi Startup AI Ben Affleck
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Atlet Golf Perempuan Diculik saat Perayaan Ultah Nenek di Restoran Jakpus, Begini Kronologinya!
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Blackstone Kucurkan Modal Rp10 Triliun untuk Produsen Komponen Robotika Korea Selatan
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
INACA Sebut Keterlambatan Penerbangan di Indonesia Unik dan Beragam
• 59 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.