Yusril Nilai Pendidikan Etika Sejak Dini Kunci Berantas Korupsi

suarasurabaya.net
16 jam lalu
Cover Berita

Yusril Ihza Mahendra Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) menilai pendidikan etika sejak usia dini menjadi kunci untuk membangun generasi berintegritas dan mencegah praktik korupsi di masa depan.

Menurut Yusril, upaya membangun negara yang bebas dari korupsi, manipulasi, dan suap tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Karena itu, penanaman nilai moral dan etika harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan.

“Saya mengatakan mungkin perlu satu dua generasi untuk menanamkan persoalan ini,” kata Yusril saat meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (19/7/2026) yang dikutip Antara.

Yusril mengatakan, pembangunan karakter harus dimulai sejak anak-anak. Sekolah, kata dia, perlu menjadi ruang untuk menanamkan etika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Kita harus mulai dari pendidikan dari kecil, dari sekolah-sekolah kita berikan satu pengajaran etik yang kokoh untuk kita melahirkan generasi masa depan yang patuh kepada etik, patuh pada hukum bukan karena takut sama polisi, sama jaksa, sama KPK, tapi dia takut pada hati nuraninya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran moral tidak cukup dibangun hanya melalui konstitusi atau berbagai peraturan perundang-undangan. Hukum akan lebih efektif jika ditopang oleh masyarakat yang memiliki integritas dan kesadaran etika.

Yusril juga menekankan pentingnya nilai-nilai moral yang diajarkan agama dalam membentuk karakter individu. Menurutnya, nilai tersebut dapat menjadi benteng terhadap perilaku koruptif.

Sebelumnya, Yusril juga menyebut Indonesia sudah memiliki perangkat hukum dan lembaga penegak hukum yang relatif lengkap untuk memberantas korupsi. Namun, tantangan terbesar pemberantasan korupsi justru berada pada lemahnya kesadaran etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pembangunan kesadaran moral itu tidak bisa dibangun dengan konstitusi, dengan undang-undang. Yang harus dibangun adalah fondasi etik yang kuat,” tutur Yusril. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Selamat KM Nurul Salsa Total jadi 59 Orang, 18 Orang Masih Hilang
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Warga Moncongloe Maros Ditemukan Tewas di Armenia: Tangan dan Mulut Terlilit Lakban, Korban Pembunuhan?
• 8 menit laluharianfajar
thumb
Vietnam Makin Pede di Piala AFF 2026 dengan Mengandalkan 3 Pemain Naturalisasi dari Brasil
• 3 jam lalubola.com
thumb
Menteri Digital Singapura: Kami Tak Ingin Manusia Tersingkir karena AI
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wasit Sepak Bola dan Hakim Pengadilan
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.