Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kapasitas Riset dan Kolaborasi

metrotvnews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi memanfaatkan berbagai program riset dan pengembangan yang disiapkan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, saat menghadiri Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan bersama perguruan tinggi negeri dan swasta di Gedung Technopreneur, Politeknik Negeri Batam, Jumat, 17 Juli 2026.

Fauzan menjelaskan penguatan ekosistem riset nasional dilakukan melalui dua strategi utama. Selain meningkatkan kapasitas riset di perguruan tinggi yang masih berkembang, pemerintah terus memperkuat riset-riset strategis yang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nasional.

"Kita ingin meningkatkan rata-rata kapasitas riset nasional. Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang selama ini sudah kuat, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang baru mulai membangun budaya riset," kata Fauzan dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.


(Ilustrasi mahasiswa. Foto- Freepik)

Baca Juga :

Mensesneg: Pemerintah Naikan Dana Riset Kampus Jadi 12 Triliun
Menurut Fauzan, pemerintah terus memperluas dukungan pendanaan riset melalui berbagai skema, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun hasil sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sejumlah program yang saat ini dibuka antara lain Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), Program Hilirisasi Riset Sinergi Batch II dan Dorongan Teknologi, Program Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional.

Selain dukungan pendanaan, Ditjen Risbang mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemitraan dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan berbagai mitra internasional.

"Kolaborasi tersebut penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian, sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia," ujar Fauzan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Kantongi Hadiah Rp898 Miliar
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Rupiah Melemah ke Rp 17.994 Meskipun Kegiatan Usaha Kuartal II-2026 Dilaporkan Melonjak
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Praperadilan Roy Suryo Ditolak PN Jakarta Selatan, Status Tersangka Tetap Berlaku
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
6 Bulan Dipenjara, Jonathan Frizzy: Tidur Berdiri, Makan Bekas Tikus hingga Kepikiran Bunuh Diri
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kecelakaan Beruntun di MT Haryono Pancoran, 4 Orang Terluka
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.