Jakarta: Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi memanfaatkan berbagai program riset dan pengembangan yang disiapkan pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, saat menghadiri Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan bersama perguruan tinggi negeri dan swasta di Gedung Technopreneur, Politeknik Negeri Batam, Jumat, 17 Juli 2026.
Fauzan menjelaskan penguatan ekosistem riset nasional dilakukan melalui dua strategi utama. Selain meningkatkan kapasitas riset di perguruan tinggi yang masih berkembang, pemerintah terus memperkuat riset-riset strategis yang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nasional.
"Kita ingin meningkatkan rata-rata kapasitas riset nasional. Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang selama ini sudah kuat, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang baru mulai membangun budaya riset," kata Fauzan dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.
(Ilustrasi mahasiswa. Foto- Freepik)
Baca Juga :
Mensesneg: Pemerintah Naikan Dana Riset Kampus Jadi 12 TriliunSejumlah program yang saat ini dibuka antara lain Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), Program Hilirisasi Riset Sinergi Batch II dan Dorongan Teknologi, Program Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional.
Selain dukungan pendanaan, Ditjen Risbang mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemitraan dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan berbagai mitra internasional.
"Kolaborasi tersebut penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian, sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia," ujar Fauzan.




