Kirim Bantuan Korban Konflik Flores Timur, Mensos Imbau Warga Menahan Diri

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada korban konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan akan dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang menuju Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, hari ini.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Konflik sosial yang terjadi antara warga Desa Narasoina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (18/7), menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 20 rumah, satu tempat usaha, dan satu sepeda motor dilaporkan mengalami kerusakan.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri pun telah bergerak ke lokasi untuk menghentikan konflik melalui pendekatan persuasif serta mengimbau masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.

Gus Ipul menyampaikan Kementerian Sosial mendukung penanganan yang dilakukan pemerintah daerah. Pihaknya juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan mengirim bantuan logistik.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 200 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji, 50 lembar kasur, 50 lembar selimut, 50 paket kidswear, 50 paket family kit, 50 paket sandang dewasa, serta satu unit tenda serbaguna.

Selain penyaluran bantuan, Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur telah melakukan asesmen dan pendataan dampak konflik, mengevakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam penanganan di lapangan.

Pemerintah daerah juga sedang memproses Surat Keterangan Tanggap Darurat (SKTD), sementara verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia maupun korban luka dilakukan sebagai dasar pengajuan santunan kepada Kementerian Sosial.

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih berada dalam pemantauan aparat keamanan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus melakukan upaya mediasi dan mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Gus Ipul berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian secara damai dan menyerahkan penanganan kepada aparat penegak hukum.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga persaudaraan, dan mempercayakan penyelesaian persoalan kepada pemerintah dan aparat yang berwenang. Semoga situasi segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," pungkasnya.




(akn/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Bisa Beroperasi di Akhir 2026
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Ruben Onsu Klarifikasi Kepemilikan Rumah Mewah Cilandak: Kalau Sarwendah Mau Memiliki, Bayar Hak Ruben 50 Persen
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Arti Mimpi Kawin Lari Bisa Jadi Pertanda Kesialan, Kok Bisa? Simak Penjelasannya!
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Bivitri & Penasehat Kapolri Soroti Kasus Eks Jampidsus & Don Ritto, Penegakan Hukum Untuk Siapa?
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
20 Bulan Menjabat, Prabowo Sebut Pemerintahannya Selesaikan 108 Masalah Kronis Bangsa
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.