Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya masih memilih jalur diplomasi meski peluang mencapai penyelesaian damai dinilai sangat kecil. Menurutnya, kesempatan sekecil apa pun tetap harus dimanfaatkan untuk menghindari pecahnya perang.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Minggu, 19 Juli 2026. Ia menegaskan Iran tidak ingin menyia-nyiakan peluang yang masih tersedia melalui proses perundingan, meski kemungkinan keberhasilannya diperkirakan hanya sekitar 10 persen.
Araghchi mengatakan negosiasi memiliki sejumlah tujuan strategis, salah satunya mencari jalan keluar yang dapat memenuhi tuntutan Iran tanpa harus berujung pada konflik bersenjata.
"Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu," kata Araghchi.
Iran Nilai Peluang Damai Masih Layak DiperjuangkanMeski mengakui peluang tercapainya kesepakatan sangat kecil, Araghchi menilai diplomasi tetap merupakan langkah yang wajib ditempuh.
Menurut dia, selama masih ada kemungkinan untuk mencegah perang, Iran akan terus membuka ruang dialog dengan pihak terkait.
"Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran masih menempatkan jalur diplomatik sebagai salah satu instrumen utama dalam menghadapi meningkatnya ketegangan di kawasan.
Bagi Teheran, negosiasi bukan sekadar upaya mencari kesepakatan, tetapi juga bagian dari komitmen untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
Diplomasi Dinilai Penting Meski Berakhir GagalAraghchi menambahkan, apabila proses negosiasi pada akhirnya tidak membuahkan hasil, Iran tetap memiliki alasan kuat untuk menunjukkan bahwa seluruh langkah damai telah ditempuh.
Ia mengatakan hal itu penting untuk memperlihatkan kepada pihak lawan, masyarakat internasional, maupun rakyat Iran bahwa pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Menurut Araghchi, pendekatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah sebelum mengambil langkah lain apabila seluruh opsi damai benar-benar tidak lagi tersedia.
Dengan demikian, Iran ingin memastikan bahwa setiap peluang penyelesaian konflik secara damai telah dicoba sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya.





