Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (20/7/2026) dengan kenaikan sekitar 1 persen.
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (20/7/2026) dengan kenaikan sekitar 1 persen, ditopang reli saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari kelompok konglomerasi dan perbankan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.43 WIB, IHSG naik 1,09 persen ke 6.243,13. Nilai transaksi mencapai Rp3,98 triliun dan volume perdagangan 5,99 miliar saham.
Sebanyak 442 saham naik, 153 melemah, dan 370 sisanya stagnan.
Saham Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan di kelompok big caps dengan kenaikan 3,83 persen ke Rp1.760 per unit.
Menyusul di belakangnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 3,34 persen ke Rp2.010 per unit.
Dari sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 3,70 persen ke Rp3.080 per unit.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bertambah 1,68 persen ke Rp3.640 per unit dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,16 persen ke Rp6.550 per unit.
Penguatan juga terjadi pada saham-saham konglomerasi lainnya. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten yang terafiliasi dengan Grup Agung Sedayu milik Aguan bersama Grup Salim, naik 1,61 persen ke Rp6.300 per unit.
Dari Grup Sinar Mas, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 1,25 persen ke Rp810 per unit.
Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) naik 1,47 persen ke Rp5.175 per unit. Di sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut menopang indeks setelah menguat 2,63 persen ke Rp2.730 per unit.
Penguatan pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut melanjutkan momentum positif IHSG yang pada pekan lalu mencatat kenaikan 4,24 persen.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, Senin (20/7), reli pasar didorong membaiknya sentimen global dan domestik.
Dari eksternal, inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari ekspektasi meningkatkan peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya.
Dari dalam negeri, keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil serta penguatan nilai tukar rupiah turut meningkatkan optimisme pelaku pasar.
Selain itu, kembalinya aliran dana asing (net buy) pada saham-saham berkapitalisasi besar menjadi katalis tambahan yang menopang penguatan IHSG.
Pada pekan ini, pelaku pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level saat ini, meski peluang kenaikan suku bunga masih terbuka sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah.
Investor juga akan memantau keberlanjutan arus masuk dana asing sebagai konfirmasi berlanjutnya tren penguatan pasar.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan tren naik selama mampu bertahan di atas level support 6.100, dengan target menguji area resistance 6.200 hingga 6.242.
Kembalinya akumulasi investor asing dan menguatnya momentum beli dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





