IHSG menguat seiring momentum musim laporan keuangan semester I

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin bergerak menguat seiring pelaku pasar menyambut musim rilis laporan keuangan emiten-emiten periode kuartal II-2026 dan semester I-2026.

IHSG dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.197,48. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,93 poin atau 0,47 persen ke posisi 624,84.

“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6,225-6,280 pada pekan ini,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, secara historis selama 10 tahun terakhir, IHSG selalu mengalami penguatan pada bulan Juli seiring adanya musim rilis laporan keuangan periode kuartal II-2026 dan semester I-2026 dari emiten-emiten di pasar modal Indonesia.

Pada pekan ini, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan BI-Rate dan menantikan data pertumbuhan kredit pada Rabu (22/07), serta data M2 Money Supply pada Kamis (23/7).

Ratna mengatakan sentimen domestik yang mulai membaik ditandai dengan mulai terjadinya net buy (net beli) oleh investor asing selama dua hari berturut-turut pada pekan lalu.

“Namun meningkatnya harga minyak menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap prospek defisit APBN, inflasi, Rupiah, serta suku bunga,” ujar Ratna.

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 21,95 poin ke posisi 6.197,48

Baca juga: IHSG menguat dipicu antusiasme investor sambut musim laporan keuangan

Dari mancanegara, perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran berpotensi kembali menjadi fokus perhatian global di tengah kenaikan harga minyak yang dapat berpengaruh terhadap prospek kenaikan suku bunga para bank sentral.

Sementara itu, sektor teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) akan diuji oleh dirilisnya laporan keuangan beberapa perusahaan hyperscaler, produsen chip dan operator infrastruktur, termasuk Alphabet, Intel, Tesla dan GE Vernova.

Dari kawasan Eropa, Europan Central Bank (ECB) akan memutuskan kebijakan moneternya, sedangkan dari Inggris akan dirilis data inflasi, tingkat pengangguran, serta penjualan ritel.

Pada perdagangan Jumat (17/07) pekan kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,84 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,27 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,34 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,47 persen.

Sementara itu, bursa Wall Street di AS kompak melemah pada Jumat (17/07), di antaranya Indeks S&P 500 melemah 1,01 persen ke level 7.457,69, indeks Nasdaq Composite melemah 1,40 persen ke 25.520,24, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,77 persen ke 52.146,42..

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Shanghai menguat 0,47 persen ke 3.781,95, indeks Hang Seng menguat 1,90 persen ke 25.028,00, indeks Kospi melemah 3,49 persen ke 6.582,66, dan indeks Strait Times menguat 0,02 persen ke 5.510,08.

Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur dalam rangka memperingati Umi no Hi atau Marine Day (Hari Maritim).

Baca juga: IHSG diprediksi melemah seiring "profit taking" jelang akhir pekan

Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 4,63 poin ke posisi 6.112,84


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7.704 Jiwa di Karawang Terdampak, Krisis Air Bersih Landa 6 Desa
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo: Pemimpin Indonesia Selama Ini Kerap Ditakut-takuti Rating Agency
• 23 jam laludisway.id
thumb
Evaluasi MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Di Rapat DPR, Menkes Curhat Anggaran Diblokir Rp 12,3 Triliun
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
RI Sempat Ditakut-takuti Rating Agency, Prabowo: SdanP Malah Dukung DSI
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.