VIVA – Kemenangan Timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026 turut disambut antusias oleh sejumlah figur publik Indonesia. Salah satunya adalah YouTuber sekaligus pengusaha Atta Halilintar yang sejak awal turnamen diketahui memberikan dukungan kepada La Roja. Setelah Spanyol memastikan gelar juara, Atta pun mengaku lega karena tim favoritnya berhasil mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.
Spanyol resmi keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2026 usai menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion MetLife, New York, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu, 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Gol tunggal yang dicetak Ferran Torres pada babak tambahan waktu menjadi penentu kemenangan sekaligus membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka setelah terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010.
Melalui unggahan di Instagram, Atta Halilintar mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tim asuhan Luis de la Fuente tersebut. Menurutnya, Spanyol memang layak menjadi juara karena mampu melewati lawan-lawan berat sepanjang turnamen.
"Spanyol memang pantas menjadi juara dunia. Mereka mengalahkan Portugal, Belgia, Prancis, dan Argentina," kata Atta Halilintar di Instagram, dikutip Senin, 20 Juli 2026.
Atta juga menilai penampilan Spanyol pada partai final begitu dominan hingga membuat Argentina kesulitan menciptakan ancaman berarti ke gawang Unai Simón.
"Di final, Spanyol jadi raksasa. Argentina 0 shot on target ke gawang Unai Simón. Defender terbaik selama piala dunia!" sambungnya.
Tak hanya memuji kualitas permainan La Roja, Atta juga menilai keberhasilan Spanyol menjadi bukti bahwa tim terbaik akan selalu mampu keluar sebagai pemenang di lapangan.
"Piala Dunia ini buktiin satu hal: sepak bola tetap dimainkan 11 lawan 11. Tim terbaik yang angkat trofi," ujar Atta Halilintar.
Spanyol Tampil Dominan Sejak Awal Laga
Sejak pertandingan dimulai, Spanyol langsung mengambil alih jalannya permainan. Baru lima menit laga berjalan, Lamine Yamal berhasil menembus pertahanan Argentina sebelum melepaskan tembakan kaki kiri. Namun, peluang tersebut masih mampu digagalkan kiper Emiliano Martinez.
Dominasi Spanyol terus berlanjut sepanjang babak pertama. Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki para pemain La Roja, sementara Argentina dipaksa bertahan dan kesulitan membangun serangan akibat rapatnya lini tengah Spanyol.





