Pramono Janji Tambah RPTRA, Manfaatkan Lahan Dekat Rumah Warga

kompas.com
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus menambah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Namun, pembangunan RPTRA ke depan tidak lagi harus berukuran besar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih memanfaatkan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang lebih dekat pemukiman warga.

“Kita terus akan melanjutkan dan seperti yang berulangkali kami sampaikan untuk RPTRA tidak lagi dengan konsep yang besar-besar, tapi apa pun, terutama kalau kemudian ada fasos-fasum yang bisa dibuat untuk RPTRA, saya mendorong untuk segera dilakukan itu,” ucap Pramono usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Pramono Cerita Diledek Istri Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026

Saat ini, Jakarta baru punya 324 RPTRA yang tersebar di beberapa wilayah.

Pemanfaatan lahan fasos dan fasum menjadi salah satu cara untuk menambah jumlah RPTRA, terutama di kawasan yang masih minim ruang bermain anak.

Kebijakan tersebut juga menjawab keluhan masyarakat yang menilai sejumlah RPTRA lokasinya masih cukup jauh dari permukiman warga.

Pramono berharap, selama tersedia lahan fasos maupun fasum, pembangunan RPTRA dapat terus dilakukan sehingga akses masyarakat terhadap ruang bermain anak semakin mudah.

“Karena bagi saya, ingin Jakarta ruang bermainnya lebih banyak, lebih hijau, lebih nyaman, lebih aman, dan bagi siapa pun bisa memanfaatkan itu," ucapnya.

Selain menambah RPTRA Pramono juga menjamin anak di Jakarta mendapatkan pendidikan yang optimal melalui berbagai program bantuan.

Saat ini, lebih dari 707.000 siswa menerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Baca juga: Kami Akan Bertindak atas Nama Negara, Ultimatum Said Iqbal ke Kantor Laundry yang Tahan Ijazah

Sementara itu, sekitar 15.900 mahasiswa memperoleh bantuan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

"Maka kami, Pemerintah DKI Jakarta, dalam persoalan pendidikan anak-anak memberikan perhatian sepenuhnya. Kami memberikan bantuan kepada lebih dari 707.000 penerima KJP. Untuk mahasiswa, kurang lebih 15.900 penerima KJMU," kata Pramono.

Selain itu, Pemprov DKI juga melanjutkan program pemutihan ijazah bagi warga yang belum dapat mengambil ijazah karena tunggakan biaya pendidikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tahun lalu, sekitar 6.200 ijazah berhasil ditebus melalui kerja sama dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta dan program tersebut kembali dilanjutkan pada tahun ini.

"Bagi saudara-saudara yang ijazahnya belum terambil, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan akan turun tangan untuk memutihkan ijazah tersebut. Biayanya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soroti Eks Jampidsus! Ray Rangkuti Sentil Conflict Interest Polri: Periksa MBG, Tapi Punya 1700 SPPG
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Polri Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat Melalui Nobar Final Piala Dunia 2026
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kortas Tipikor Polri Selidiki Dugaan Korupsi Hibah Lahan Sepolwan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPB: Kekeringan Melanda Pulau Jawa Imbas Kemarau Meluas
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.