Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG

detik.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini difokuskan pada dua aspek utama. Salah satunya, validasi data penerima manfaat.

"Jadi yang pertama kami perbaiki: 63 juta itu beneran nggak sih? Itu pertama. Kalau itu berapa yang bener, lalu berapa yang seharusnya kami berikan? Daerah-daerah mana, anak-anak yang mana, yang memang harus kami dahulukan, gitu. Itu yang sekarang menjadi tugas kami," kata Agustina kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG

Selain validasi data, BGN juga mengevaluasi skema insentif bagi SPPG. Selama ini, besaran insentif dinilai masih disamaratakan meski kapasitas layanan setiap SPPG berbeda-beda.

Agustina menjelaskan terdapat SPPG yang hanya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dengan jangkauan relatif dekat, sementara ada SPPG lain yang harus melayani wilayah lebih luas dengan jumlah penerima yang lebih banyak. Kondisi tersebut perlu diakomodasi dalam skema insentif yang lebih proporsional.

"Nah, itu yang kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Ya, misalnya gini, kan nggak nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 500 eh katakanlah 1.000 orang insentifnya sama," ujarnya.

"Nggak juga dong yang 300 meter yang atau 400, ada bahkan yang 500 yang lebih bagus kok disamaratakan 6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," lanjutnya.

Agustina menilai sistem pertanggungjawaban yang selama ini masih bertumpu di kepala SPPG perlu diperkuat melalui transformasi digital. Digitalisasi akan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah pengawasan anggaran MBG.

Baca juga: Prabowo: Saya Diserang soal MBG, tapi Ribuan Triliun Menguap Tak Ada Protes

"Nah, sulit kalau kita pastikan tergantung ke orang. Tadi kami dapat masukan, kami mendengarkan arahan dari tempat lain ya, ada masalah transformasi digital, digitalisasi. Itu sesuatu yang baik, jadi kami pikir Oh itu nanti akan menjadi bagian dari perbaikan. Jadi poinnya itu saja ya arahan untuk hari ini," ujarnya.




(eva/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ranking FIFA Terbaru usai Piala Dunia 2026: Spanyol Kembali ke Puncak, Indonesia di Posisi 118
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
PLN Bagikan Diskon Tambah Daya 50 Persen Spesial Hari Anak Nasional 2026, Cek Persyaratannya di Sini
• 18 jam laludisway.id
thumb
7 Rumah Rusak Akibat Ledakan di Grand Polonia Medan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Polres Bogor Bongkar 2 Gudang Besar Obat Keras, Lebih dari 1 Juta Butir Disita
• 16 jam laludetik.com
thumb
Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.