Teheran: Kementerian Kesehatan Iran melaporkan pada Minggu, 19 Juli, bahwa lebih dari 50 orang tewas dan lebih dari 517 lainnya mengalami luka-luka akibat gelombang serangan militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Iran sejak 27 Juni lalu.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, merinci data korban tersebut melalui sebuah unggahan di platform media sosial X.
“Korban tewas mencakup lima perempuan dan dua anak-anak, sementara korban luka-luka meliputi 35 perempuan dan 19 anak-anak,” tulis Kermanpour, seperti dikutip Press TV, Senin 20 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa tim medis telah melakukan 28 tindakan operasi bedah terhadap para korban, di mana 468 pasien telah diperbolehkan pulang setelah menyelesaikan perawatan, sedangkan 32 pasien lainnya masih menjalani rawat inap di rumah sakit.
Pihak Amerika Serikat intensif meningkatkan intensitas serangan terhadap target-target di Iran dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini direspons oleh Teheran dengan meluncurkan serangan balasan yang membidik berbagai fasilitas serta pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di sejumlah negara kawasan.
Aksi saling tembak antara Washington dan Teheran ini terus bereskalasi meskipun kedua belah pihak sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai secara permanen.
(Kelvin Yurcel)




