TEHERAN, DISWAY.ID -- Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum berakhir. Terbaru serangan AS ke Teheran membabi buta menyebabkan 50 orang tewas dan 517 di antaranya luka-luka.
Melansir laporan Anadolu Agency pada Senin, 20 Juli 2026, Kementerian Kesehatan Teheran menyebut pada Minggu, 19 Juli 2026, gelombang serangan udara dilancarkan AS.
Intervensi AS ini menjadi yang terbesar sejak serangan mereka terhadap Iran terjadi pada 27 Juni lalu. Padahal upaya damai digaungkan.
BACA JUGA:Kapal Wisata Memuat 45 Orang Tenggelam di Perairan Tanjung Katupa Bima
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kemanpour menyebut, dari 50 orang tewas di antaranya adalah lima wanita dan dua anak-anak.
Buntut rentetan serangan AS ini, Kemenkes Iran juga mencatat setidaknya 517 orang alami luka-luka.
The IRGC is just getting their ass kicked. I hope you guys can appreciate the team of professionals, not just the pilots, that make this precision possible.
???????????????? pic.twitter.com/MMATTdz3h0
Di antara korban luka terdapat 35 perempuan dan 19 anak-anak menjadi korban serangan Washington.
Hossein mengatakan pihaknya telah mengerahkan tenaga medis dengan 28 prosedur bedah dilakukan.
BACA JUGA:Tim Negosiasi Iran Tinggalkan Lokasi Perundingan dengan Amerika, Selat Hormuz Kembali Ditutup
Ia menambahkan sebanyak 468 orang telah diizinkan pulang menyusul perawatan intensif di rumah sakit.
Menurutnya masih ada 32 orang yang masih menjalani rawat inap.
Perang AS dan Iran ini menjadi babak baru menyusul perundingan damai berujung yang berlangsung alot.
Saat ini kedua negara bersitegang karena perebutan kawasan Selat Hormuz yang menjadi gerbang kapal-kapal internasional melintas.





