Jakarta: Kereta api menjadi salah satu moda transportasi penting di Indonesia yang telah melewati perjalanan panjang. Sejumlah stasiun bahkan telah lebih dulu berdiri dan menjadi bagian dari sejarah awal transportasi rel di Tanah Air.
Melansir dari Wikipedia, empat stasiun masuk dalam daftar stasiun kereta api tertua di Indonesia berada di wilayah Jawa Tengah, khususnya kawasan Semarang dan sekitarnya. Stasiun-stasiun ini menjadi saksi berkembangnya jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Baca Juga :
Turun di Stasiun Purwakarta? Ini Destinasi Wisata Gratis yang Bisa DikunjungiSaat masih beroperasi, Stasiun Samarang NIS lebih banyak melayani angkutan barang dibandingkan penumpang. Lokasinya yang terhubung dengan berbagai pelabuhan di Kota Semarang membuat stasiun ini memiliki peran penting dalam aktivitas distribusi barang.
Stasiun ini juga menjadi bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia yang menghubungkan Stasiun Samarang NIS dengan Stasiun Tanggung. Jalur tersebut dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij sebagai awal perkembangan perkeretaapian di Indonesia.
Tampak depan Stasiun Samarang NIS. (Dokumentasi/ Wikipedia) Stasiun Alastua Stasiun Alastua atau dahulu ditulis sebagai Stasiun Alastuwa merupakan stasiun kereta api kelas II yang berada di Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang. Stasiun ini berada pada ketinggian sekitar 6 meter, termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.
Stasiun Alastua tercatat sebagai stasiun kereta api tertua kedua di Indonesia setelah Stasiun Samarang NIS. Letaknya berada di bagian timur Kota Semarang dan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kereta api dari arah timur menuju barat.
Dalam operasionalnya, Stasiun Alastua kerap menjadi tempat pemberhentian kereta api dari arah timur, terutama ketika Stasiun Semarang Tawang mengalami gangguan akibat banjir, kepadatan jalur, atau kondisi lalu lintas di kawasan Jalan Raya Kaligawe.
Stasiun Alastua. (Dokumentasi/ Wikipedia) Stasiun Brumbung Stasiun Brumbung merupakan stasiun kereta api kelas I yang berada di perbatasan Brumbung dan Kembangarum, Mranggen, Demak. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang dan menjadi satu-satunya stasiun kereta api yang masih aktif melayani penumpang di Kabupaten Demak.
Berada pada ketinggian sekitar 16 meter, Stasiun Brumbung memiliki lokasi yang cukup strategis karena dekat dengan jalur utama Semarang-Purwodadi. Di sekitar kawasan stasiun juga terdapat Pasar Ganefo.
Stasiun Brumbung menempati posisi sebagai stasiun kereta api tertua ketiga di Indonesia setelah Stasiun Samarang NIS dan Stasiun Alastua.
Bangunan utama Stasiun Brumbung. (Dokumentasi/ Wikipedia) Stasiun Tanggung Stasiun Tanggung merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Stasiun ini menjadi stasiun tertua keempat di Indonesia setelah Stasiun Samarang NIS, Alastua, dan Brumbung.
Stasiun Tanggung memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Karena kendala akses transportasi, stasiun ini beralih fungsi sebagai stasiun pemantau.
Di depan bangunan stasiun terdapat monumen roda dan sayap dengan tulisan "Di bumi inilah kita bermula". Lokasi tersebut dibuka untuk umum dan penggemar kereta api yang ingin mengenal sejarah awal perjalanan perkeretaapian Indonesia.
Pembukaan perdana Halte Tangoeng. (Dokumentasi/ Wikipedia)
Keempat stasiun ini tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan transportasi rel, tetapi juga menyimpan jejak penting bagaimana kereta api mulai berkembang di Indonesia. Dari jalur awal hingga jaringan yang semakin luas, stasiun-stasiun tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang kereta api Indonesia bermula dari tempat-tempat bersejarah ini.




