JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan, pihaknya memperbaiki sistem administrasi pendaftaran yang lebih ketat dan terintegrasi dengan menggunakan teknologi biometrik guna menghindari praktik percaloan dalam proses pendaftaran Program Magang Nasional 2026.
"Sudah menggunakan biometrik. Jadi tidak bisa lagi ada calo pendaftaran magang, ya. Jadi mereka harus daftar sendiri," kata Yassierli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Baca juga: BPS Sediakan 5.000 Kuota di Magang Nasional 2026 Batch 1, Ada 14 Posisi Pilihan
Pendaftaran Program Magang Nasional 2026 diketahui telah dibuka sejak tanggal 15 Juli dan akan ditutup pada 28 Juli 2026 mendatang.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan telah melakukan verifikasi yang cukup ketat terhadap lowongan-lowongan yang diusulkan oleh perusahaan, kementerian, dan lembaga.
"Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu: perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak, melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya," ujarnya.
Baca juga: Cara Membuat Akun SIAPKerja Kemnaker untuk Pendaftaran Program Magang Nasional 2026
Kemenaker juga memastikan lokasi fisik perusahaan benar-benar ada dan bukan fiktif.
Selain itu, Kemenaker juga menyeleksi kesesuaian posisi yang ditawarkan.
Jika pekerjaan yang dibuka tidak sesuai dengan standar posisi lulusan perguruan tinggi, pihaknya tidak segan untuk menolak usulan tersebut.
"Apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi. Kalau tidak, kita coret," ucap Yassierli.
Baca juga: Kemenaker Buka Magang Nasional 2026, Ada Peluang Jadi Karyawan Tetap
Yassierli mengungkapkan, pelaksanaan program magang tahun ini jauh lebih baik dan inklusif.
Kesempatan ini tidak hanya dibuka untuk lulusan baru jalur reguler, tetapi juga bagi mereka yang lulus dari pendidikan profesi serta para penyandang disabilitas.
"Kita berharap magang nasional ini menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja kita lebih baik dan lebih produktif," ungkap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang