Keberhasilan tersebut membuat Rodri dinilai telah "menamatkan sepak bola". Istilah itu merujuk pada pemain yang berhasil mengoleksi hampir seluruh gelar paling bergengsi, baik secara individu maupun bersama tim, sepanjang karier profesionalnya.
Gelar Piala Dunia 2026 menjadi kepingan terakhir yang melengkapi perjalanan karier Rodri. Sebelumnya, ia telah memenangkan Ballon d'Or, Liga Champions UEFA, UEFA EURO, UEFA Nations League, hingga Piala Dunia Antarklub FIFA bersama Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola.
Dengan koleksi trofi tersebut, Rodri kini sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola dunia yang dianggap telah mencapai pencapaian paling lengkap dalam olahraga ini. Nama-nama seperti Franz Beckenbauer, Gerd Müller, Rivaldo, Ronaldinho, dan Lionel Messi lebih dulu masuk dalam kelompok elite tersebut berkat keberhasilan mereka meraih hampir seluruh gelar bergengsi di level klub maupun tim nasional.
Baca Juga :
Cetak Sejarah! Lamine Yamal Lengkapi Gelar EURO dan Piala Dunia Sebelum 20 TahunKesuksesan Rodri juga tak lepas dari kiprahnya bersama Manchester City. Selama beberapa musim terakhir, ia menjadi sosok sentral di lini tengah The Citizens dan berperan besar dalam dominasi klub tersebut di kompetisi domestik maupun Eropa.
Pada Piala Dunia 2026, Rodri kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Ia tampil dalam delapan pertandingan dan membukukan 648 umpan sukses dengan tingkat akurasi mencapai 93,2 persen.
Performa impresif itu berlanjut hingga partai final melawan Argentina. Meski tidak bermain penuh karena digantikan pada babak tambahan waktu, Rodri tetap mampu mencatatkan 101 umpan akurat dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen, sekaligus menjadi pengatur ritme permainan Spanyol.
Baca Juga :
Pernah Main di Indonesia, Pau Cubarsi Kini Bersinar di Piala Dunia 2026Kontribusi Rodri juga sangat terasa saat bertahan. Sepanjang turnamen, ia membukukan 41 aksi bertahan serta 40 kali merebut kembali penguasaan bola. Perannya di lini tengah menjadi salah satu alasan utama Spanyol hanya kebobolan satu gol sejak fase grup hingga partai final.
Konsistensi Rodri sebagai pengatur permainan sekaligus pelindung lini belakang membuat FIFA menganugerahinya penghargaan Golden Ball. Penghargaan itu menjadi pelengkap kesuksesan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Dengan gelar Piala Dunia yang akhirnya berhasil diraih, Rodri kini dianggap telah menyempurnakan kariernya. Hampir seluruh trofi paling prestisius di level klub maupun internasional telah berhasil dikoleksinya, menjadikan namanya layak disejajarkan dengan para legenda sepak bola dunia.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





