LPS: 15 Juta Masyarakat Indonesia Tak Punya Rekening

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening bank terus menyusut. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyebut jumlah penduduk usia produktif 15-69 tahun yang belum memiliki rekening kini tersisa sekitar 15 juta orang.

Anggito mengatakan, penurunan jumlah penduduk tanpa rekening terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun. Menurut dia, tren tersebut mencerminkan semakin luasnya penggunaan layanan perbankan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

"Jumlah penduduk yang tidak punya rekening semakin kecil sekarang. Kan, setiap tahun saya monitor, turun sekitar 2 jutaan. Sekarang tinggal 15 juta. Berarti, kan, masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif, itu masih semakin banyak setahun terakhir ini," kata Anggito saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Senin (20/7).

Ia menilai data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan. Selain itu, nilai simpanan masyarakat juga meningkat di berbagai kelompok nasabah, termasuk segmen kelas menengah.

Anggito menambahkan, rekening dengan saldo di atas Rp 5 miliar juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi, baik dari sisi nominal simpanan maupun jumlah rekening.

"Jumlah nominal maupun jumlah rekeningnya naik. Sampai yang paling tinggi, yang paling besar, yang Rp 5 miliar, itu naiknya tinggi besar, tinggi sekali. Saya, kan, hanya memotret aja, potretnya mengatakan bahwa jumlah nominal, jumlah rekening naik, itu aja," ungkapnya.

Menurut Anggito, perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kondisi ekonomi mikro masih cukup baik dan menunjukkan peningkatan. Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan kredit UMKM masih melambat.

"Tapi tadi belum sempat kita berdiskusikan, seolah-olah makronya baik itu mikronya nggak ada indikatornya baik. Tadi, kan, disebutkan kredit UKM itu hanya tumbuhnya 1 persen, 1,6 persen per Juni ya, atau 0,5 per Mei gitu. Kok rendah sekali? Tapi kalau kita bedah lagi, sebetulnya masih banyak indikator yang bisa menunjukkan bahwa sektor mikronya juga baik," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Yusril Respons Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Disebut Publik Seperti Jeruk Makan Jeruk
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
WNA Jadi WNI Dikenai Tarif Rp 75 Juta, Ini Bunyi Sumpah yang Harus Diucapkan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Pangandaran, Cek Magnitudo dan Pusatnya
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
BPJS Kesehatan Kediri dan Kejari Nganjuk Perpanjang MoU, Perkuat Kepatuhan Badan Usaha Program JKN
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Berita Populer: Produksi 300 Ribu Unit Isuzu; Penjualan BEV Naik Drastis
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.