Prabowo: Kopdes Awalnya untuk Hilangkan Rentenir yang Isap Uang Petani

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan, tujuan awal dibuat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih adalah untuk menghilangkan rentenir.

Menurut Prabowo, selama ini, para petani kerap disulitkan oleh para rentenir.

"Khusus untuk Koperasi Desa Merah Putih ini, saya ingin jelaskan sedikit. Niatnya tadi adalah untuk menghilangkan rentenir. Rentenir itu hidupnya adalah dengan mengisap darahnya petani kita. Dengan bunga 1 persen sehari, tidak mungkin petani produsen kita bangkit Tadinya tujuannya itu," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Prabowo Akui Kopdes Merah Putih Banyak Kekurangan, Janji Akan Perbaiki

Setelah dibuat, Prabowo menemukan fakta bahwa Kopdes bisa memangkas rantai pasok perdagangan bahan pokok serta menghemat ratusan triliun.

"Ternyata, kita menemukan bahwa rantai pasok ini bisa memicu menghemat ratusan triliun rupiah," ucap dia.

Prabowo mencontohkan, sebelumnya petani menjual hasil pertanian harus melewati banyak proses sehingga tidak mendapat keuntungan yang besar.

"Kalau kita lihat selama ini, petani jual ke pedagang pengumpul, pedagang pengumpul ke distributor, distributor ke subdistributor, subdistributor ke pedagang grosir, pedagang grosir ke pedagang retail," ucapnya.

"Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak menengah ini adalah 30 sampai 40 persen," lanjut Prabowo.

Dengan skema itu, menurutnya, petani sulit untuk makmur.

Baca juga: Prabowo Sedih Ada Oknum yang Ingin Cari Kekayaan dari Program MBG

"Dengan Koperasi Merah Putih, KDMP, marginnya kurang lebih 5 sampai 10 persen. Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup. Berarti sisanya bisa dinikmati petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang," bebernya.

Dalam kesempatan ini, Prabowo mengatakan 1.000 Kopdes Merah Putih sudah mulai beroperasi.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan dalam waktu dekat bisa dibentuk 30.000 Kopdes Merah Putih.

Dia mengakui, operasionalnya memang belum sepenuhnya sempurna.

"Tentunya baru 1,5 bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang belum listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet, dan sebagainya," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurutnya, Kopdes ini bukan sekadar koperasi di atas kertas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Biang Keladi Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara usai Tampil Buruk hingga Dikartu Merah di Final
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Bangunan Liar di Bandung Barat Dibongkar Usai Disidak Dedi Mulyadi
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rodri Masuk Daftar Elite! Susul Messi, Zidane hingga Maradona sebagai Peraih Golden Ball Piala Dunia
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal
• 9 jam lalukompas.com
thumb
PFII Disiapkan Jadi Motor Masuknya Modal Asing, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.