Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada pihaknya untuk memperkuat teknologi pencarian sumber-sumber air baru.
Penguatan teknologi ini, menurut dia, merupakan salah satu langkah mengantisipasi dampak perubahan iklim.
"BRIN mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memperkuat teknologi untuk menemukan sumber-sumber air baru. Hal ini mengingat perubahan iklim telah menjadi keniscayaan yang harus diantisipasi," ujar Arif usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Arif mengatakan, Prabowo menempatkan ketahanan air sebagai salah satu program prioritas pemerintah karena memiliki peran penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
"Bapak Presiden menempatkan ketahanan air sebagai salah satu program penting, karena tidak saja mendukung kehidupan sehari-hari tetapi juga untuk ketahanan pangan," katanya.
Untuk mendukung tugas tersebut, Arif memastikan BRIN telah memiliki sejumlah teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam mendeteksi potensi sumber air baru.
"BRIN sudah memiliki sejumlah teknologi untuk mendeteksi sumber-sumber air baru, baik berbasis nuklir maupun drone. Juga teknologi desalinisasi air laut," jelasnya.
Selain mengoptimalkan teknologi yang telah dimiliki, BRIN juga akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna menindaklanjuti arahan Presiden.
"BRIN juga akan koordinasi dengan Menteri PU untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Menteri PU memberikan respons positif dan akan dikoordinasikan segera," pungkas Arif.





