Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menandai Dies Natalis ke-62 dengan menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut diangkat melalui tema Engineering Innovation for Sustainable Industry and Future Society dalam peringatan yang berlangsung di Smart Auditorium Adikarsa Keteknikan, Kampus FTUI, Depok, Jumat, 17 Juli 2026.
Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Mahmud Sudibandriyo, mengatakan FTUI memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing industri, tetapi juga mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
"FTUI telah membuktikan diri sebagai kekuatan utama tridarma di UI sekaligus ruang lahirnya solusi nyata bagi bangsa. Aktivitas engineering di FTUI hari ini dituntut mampu menghadirkan inovasi yang memperkuat daya saing industri dan aspek keberlanjutan. Teruslah mempersiapkan diri dengan memegang teguh integritas, empati, dan semangat kolaboratif dalam menjawab segala tantangan nasional," kata Mahmud dalam keterangan pers dikutip, Senin, 20 Juli 2026.
Baca Juga :
Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kapasitas Riset dan KolaborasiRudy menjelaskan realisasi investasi pada semester pertama 2026 menunjukkan sektor hilirisasi masih menjadi salah satu pendorong utama investasi nasional dengan kontribusi sekitar 30 persen atau mencapai Rp300,1 triliun. Menurutnya, arah kebijakan tersebut juga ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong pemerataan ekonomi.
Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar Dies Natalis ke-62. Dokumentasi/ istimewa.
Ia menilai keberhasilan program hilirisasi sangat bergantung pada kemampuan penguasaan teknologi dan penguatan riset di perguruan tinggi.
"Agenda hilirisasi tidak boleh stagnan hanya di pengolahan tahap awal. Nilai tambah terbesar sesungguhnya terletak pada penguasaan teknologi, desain, dan inovasi ilmiah. Di sinilah saya ingin memberikan penekanan fundamental: hilirisasi nasional mustahil sukses tanpa keterlibatan penuh dari perguruan tinggi," jelas Rudy.
Menurut Rudy, pemerintah juga terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah melalui berbagai skema insentif, termasuk dukungan bagi riset dan pengembangan di lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FTUI Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
"Di tengah perubahan masif saat ini, peran perguruan tinggi keteknikan menjadi jauh lebih krusial. Kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat belajar secara pasif, melainkan harus menjelma menjadi tempat lahirnya solusi dan ruang bertemunya ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata industri," jelasnya.
Selain membahas penguatan kolaborasi, FTUI juga memaparkan sejumlah capaian akademik yang diraih dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peningkatan posisi pada pemeringkatan internasional di bidang teknik serta kontribusi dosennya dalam publikasi ilmiah tingkat global.
Momentum Dies Natalis ke-62 ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam mendorong inovasi teknologi yang diharapkan mampu memberikan dampak bagi pembangunan nasional.




