Rumput Lapangan Piala Dunia 2026 Ternyata Dijual hingga Rp54 Juta, Kok Bisa? Ini Keistimewaannya

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Siapa sangka jika rumput lapangan Piala Dunia 2026 dijual mahal hingga mencapai angka hingga Rp54 juta? Kira-kira, apa istimewanya?

Ya, rumput di lapangan Piala Dunia 2026 memang dijual dengan harga yang lumayan mahal. Dikutip dari akun Instagram @eventguideindonesia, diketahui rumput di lapangan Piala Dunia tersebut bisa dibawa pulang.

FIFA resmi menjadikan rumput lapangan sebagai suvenir ekslusif setelah menonton Piala Dunia. Diketahui program itu bernama "2026 FIFA World Cup Piece of the Pitch".

Hal ini bertujuan agar para penggemar berkesempatan memiliki sedikit kenangan dari lokasi final Piala Dunia 2026. Potongan rumput ini dimasukkan ke dalam wadah akrilik ekslusif.

Bahkan, FIFA juga memberi sertifikat di setiap wadah sebagai bukti keaslian resmi dari FIFA sendiri. Potongan rumput ini diambil dari Stadion MetLife, New Jersey.

Stadion tersebut merupakan lokasi final Piala Dunia 2026. FIFA mengeklaim bahwa hal ini merupakan cara untuk menghadirkan kenangan yang bisa dibawa pulang.

Akan tetapi, program ini justru menuai pro dan kontra dari para penonton. Pasalnya, FIFA mematok harga yang cukup tinggi.

Dikutip dari Kompas.com pada Senin (20/7/2026), FIFA mematok harga dari sekira 450 dolar AS atau setara Rp8,1 juta untuk edisi foundation. Kemudian 3.000 dolar AS atau sekira Rp54 juta untuk edisi Hero.

Kendati demikian, untuk suvenir rumput dengan harga Rp54 juta itu diketahui dilengkapi beberapa benda lain. Benda-benda lain tersebut adalah replika trofi dan bola final Adidas Trionda.

Melalui laman resminya, FIFA juga menuliskan bahwa potongan rumput lapangan ini bisa dibawa pulang sebagai suvenir. Bahkan, ada 4 edisi dalam suvenir itu.

"Rayakan panggung terbesar sepak bola melalui koleksi potongan lapangan Piala Dunia 2026. Pilih empat edisi eksklusif yang berisi fragmen asli lapangan turnamen dan diawetkan sebagai barang koleksi bersejarah dari ajang terbesar sepak bola," tulis FIFA.

 

Diketahui, rumput tersebut didatangkan langsung dari North Carolina. Rumput ini pun dipasang di lapangan pada awal Mei 2026 lalu.

Sebelumnya, rumput ini sempat menuai kontra dari beberapa pemain Piala Dunia 2026. Pasalnya, para pemain mengeluhkan rumput yang kering dan sulit dimainkan.

Tak hanya itu, ada alasan di balik FIFA memilih rumput asli untuk dipasang di stadion. FIFA diketahui mewajibkan penggunaan rumput alami.

FIFA dikabarkan mengeluarkan lebih dari 5 juta dolar AS untuk mengembangkan rumput lapangan yang tetap berkualitas di berbagai kondisi cuaca. Teknologi yang digunakan meliputi campuran rumput Kentucky bluegrass dan ryegrass abadi, sistem transfer hamparan rumput menggunakan lembaran plastik, serta rumput hibrida yang diperkuat serat.

Kemudian, di Seattle, Amerika Serikat, tim menanam rumput di atas enam inci pasir yang ditumpuk di atas rumput sintetis lama. Lalu, pakar rumput FIFA, yakni Trey Rogers menjelaskan bahwa selama ada lapisan tersebut, para pemain tidak akan merasakan apa pun selain reaksi rumput alami.

Kemudian, proses pemasangan rumput di BC Place Vancouver memerlukan proses yang rumit, Bahkan, melibatkan alat khusus yakni truk pendingin dan mesin panen.

"Peralatan sangat khusus digunakan untuk memanen rumput menjadi gulungan raksasa," jelas tim lapangan.

Itulah mengapa harga rumput ini dibanderol dengan nominal yang lumayan. Selain sebagai tanda mata kenangan dari Piala Dunia, ada proses yang sangat rumit di belakangnya.

Meski begitu, program ini memang menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Tanggapan baik dan buruk memang datang beriringan.

Banyak yang menyayangkan program ini lantaran dinilai terlalu mahal. Namun, bagi kolektor, rumput lapangan ini menjadi harta karun yang sangat berharga yang bisa dibawa pulang.

Dengan nominal Rp54 juta, penonton bisa membawa pulang rumput lapangan serta suvenir bola dan replika trofi. Berminatkah kalian membelinya?(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Terima Laporan PWI Pusat Terhadap Hotman Paris
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Piala Dunia 2030 Resmi Digelar di 6 Negara dan 3 Benua, Ini Jadwal serta Formatnya
• 5 jam lalueranasional.com
thumb
Mentan hingga Titiek Hadiri Groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terbesar di RI
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Keterampilan Tak Cukup, Perempuan Juga Perlu Ilmu Membangun Bisnis
• 11 jam laluherstory.co.id
thumb
Wamentan Sudaryono: Anggaran Negara Dimaksimalkan untuk Kesejahteraan Petani dan Swasembada Pangan
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.