Prabowo Ultimatum Pemegang Izin Konsesi, Dua Tahun Tak Ada Kegiatan Bakal Dicabut

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Prabowo mengancam bakal mencabut izin yang sebelumnya diberikan, apabila selama dua tahun tidak melaksanakan kegiatannya.

Prabowo Ultimatum Pemegang Izin Konsesi, Dua Tahun Tak Ada Kegiatan Bakal Dicabut. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum kepada para pemegang konsesi, baik kehutanan, pertambangan, maupun infrastruktur dan fasilitas publik, untuk segera merealisasikan proyeknya jika izin sudah diterbitkan oleh pemerintah. 

Prabowo mengancam bakal mencabut izin, baik itu Hak Guna Usaha, Izin Usaha Pertambangan, atau Hak Guna Bangunan yang sebelumnya diberikan, apabila selama dua tahun tidak melaksanakan kegiatannya.

Baca Juga:
Prabowo Ungkap Bank Emas RI Kini Kelola 153 Ton Senilai USD20 Miliar

"Sekarang kita tidak toleransi, HGU, HGB, IUP, izin kita beri, dua tahun tidak kegiatan, cabut," ujarnya dalam Taklimat Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna, Jakarta, Senin (20/7/2027).

Prabowo menjelaskan, kebijakan tersebut untuk mengantisipasi proyek-proyek mangkrak yang terjadi sebelumnya. Pemerintah sudah menerbitkan perizinan, tapi pelaku usaha tidak kunjung merealisasikan proyeknya. Padahal hal tersebut cukup bermanfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar. 

Baca Juga:
Prabowo Ungkap PT DSI Kelola Devisi USD10,5 Miliar dalam 1,5 Bulan

Kesempatan itu, Prabowo memberikan satu contoh investasi yang dilakukan oleh INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., dalam pengelolaan blok gas Abadi Masela di Maluku. Pemerintah sudah mengeluarkan izin sejak 1998, namun setelah 28 tahun berlalu, proyek tersebut baru groundbreaking pada akhir pekan lalu. 

Baca Juga:
Prabowo Ungkap Subsidi LPG Jangkau 66 Juta Rumah Tangga, 12 Kali Lipat dari Singapura

Akhirnya, Prabowo mengaku harus menemui langsung bos INPEX di Jepang untuk menanyakan kembali komitmen investasi yang sudah disampaikan sejak 28 tahun lalu. 

"Proyek gas abadi Masela 28 tahun mangkrak, saya berangkat ke Tokyo bertemu dengan pimpinan perusahan Jepang, INPEX, saya sampaikan dengan baik dan sopan, 'saudara masih berminat tidak? Kalau saudara tidak berminat saya akan tunjuk perusahaan lain', sopan tapi tegas," kata Prabowo.

"Sebagai bangsa yang ramah, tidak mungkin kita kasih ultimatum kan, itu imbauan (ke INPEX). 'Yang mulia, apakah Jepang berminat, masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi dan devisa'. Setelah itu pulang pulang, kalau Menteri ESDM boleh saya tekan-tekan," ujarnya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Tidur Berkualitas Penting bagi Kesehatan Perempuan? Ini Alasannya
• 58 menit lalubeautynesia.id
thumb
Foto: Ambruk Selama 2 Tahun, SDN 09 Kebayoran Lama Selatan Segera Diperbaiki
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Respons Tegas Pemerhati Anak dan Pendidikan soal Kasus Dugaan Kekerasan pada Murid di Lubuklinggau
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kisah Marlina Chlara Sesa, Perempuan Papua Pertama Kantongi Sertifikasi Pilot A320
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Jelang Demo Tolak Penggusuran di Kodam Jaya, Lalu Lintas di Cawang Jaktim Dialihkan
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.