India mengumumkan empat warga negaranya tewas dan satu kritis akibat serangan di dekat pelabuhan Odesa, Ukraina, pada Minggu (19/7). Korban ialah awak MV Golden Leo, kapal kargo milik Turki.
Kementerian Luar Negeri India mengutuk serangan tersebut. Dalam keterangannya disebutkan kapal tersebut diserang saat meninggalkan pelabuhan Odesa. Kapal memiliki lima warga negara India di antara 17 awaknya.
"Berdasarkan informasi yang tersedia, empat warga negara India telah kehilangan nyawa mereka secara tragis, sementara satu dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis," kata pernyataan itu dikutip dari AFP, Selasa (21/7).
Angkatan laut Ukraina mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan rudal Rusia terhadap Golden Leo yang membawa gandum, telah menewaskan lima orang di dalamnya, sementara lima anggota awak lainnya hilang.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga mengatakan awak kapal tersebut termasuk warga negara Suriah dan India.
"Seorang pilot maritim Ukraina tewas, begitu pula empat awak kapal, delapan awak kapal dievakuasi dan lima lainnya masih hilang," katanya.
Belum jelas apakah keempat warga negara India yang tewas termasuk di antara mereka yang dinyatakan hilang sehari sebelumnya.
India adalah salah satu penyumbang pelaut terbesar untuk pelayaran niaga di seluruh dunia. Kementerian Perkapalan India mencatat lebih dari 320.000 pelaut aktif pada tahun 2025.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri India mengatakan menargetkan pelayaran komersial dan membahayakan awak kapal sipil yang tidak bersalah, atau menghambat kebebasan navigasi dan perdagangan, adalah tindakan yang tercela dan harus dihindari.
Pekan lalu, India mendesak pemilik kapal lokal dan perusahaan yang merekrut pelaut untuk tidak mengerahkan pelaut di kapal yang melintasi Selat Hormuz, karena pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran semakin intensif.
Arahan tersebut dikeluarkan setelah setidaknya dua pelaut India tewas dalam serangan terhadap kapal komersial seminggu sebelumnya.





