Jakarta (ANTARA) - Mengurangi atau menghentikan konsumsi gula tambahan menjadi salah satu langkah yang banyak dilakukan untuk menjalani pola hidup sehat.
Para ahli menyebut perubahan tersebut dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, meski pada awalnya sebagian orang mungkin mengalami masa adaptasi seperti keinginan kuat mengonsumsi makanan manis.
Perlu dipahami bahwa yang dimaksud adalah mengurangi atau menghentikan gula tambahan (added sugar atau free sugar), bukan menghilangkan seluruh sumber gula. Tubuh tetap membutuhkan glukosa sebagai sumber energi yang diperoleh dari karbohidrat alami seperti nasi, kentang, buah, dan sayuran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan idealnya di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan yang lebih besar.
Berikut sejumlah perubahan yang dapat terjadi pada tubuh ketika berhenti atau mengurangi konsumsi gula tambahan.
1. Berat badan lebih mudah terkontrol
Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula dapat membantu menurunkan asupan kalori harian. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi membantu menjaga berat badan sekaligus menurunkan risiko obesitas apabila disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.
Baca juga: Empat minuman yang ramah gula darah bila dikonsumsi pada malam hari
2. Kadar gula darah menjadi lebih stabil
Membatasi konsumsi gula tambahan dapat membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah, terutama bila diimbangi dengan konsumsi makanan tinggi serat. Kebiasaan ini juga mendukung kesehatan metabolisme dan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada sebagian orang.
3. Risiko penyakit jantung dapat menurun
Pola makan tinggi gula tambahan dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi gula menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Kesehatan gigi lebih terjaga
Bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula untuk menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan email gigi. Mengurangi konsumsi gula dapat membantu menurunkan risiko gigi berlubang apabila disertai kebiasaan menyikat gigi secara rutin.
5. Energi tubuh terasa lebih stabil
Makanan dan minuman tinggi gula sering menyebabkan lonjakan energi yang diikuti penurunan secara cepat. Ketika konsumsi gula tambahan dikurangi, kadar energi cenderung menjadi lebih stabil sepanjang hari karena tubuh lebih mengandalkan sumber energi dari makanan bergizi.
Baca juga: Konsumsi alpukat dikaitkan dengan perbaikan pengelolaan gula darah
6. Kulit berpotensi tampak lebih sehat
Sejumlah penelitian menunjukkan pola makan tinggi gula dapat mempercepat proses glikasi, yaitu kondisi ketika gula berikatan dengan protein seperti kolagen sehingga berpotensi mempercepat penuaan kulit. Mengurangi gula tambahan dapat membantu menjaga kesehatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
7. Mengalami gejala adaptasi di awal
Pada beberapa hari pertama, sebagian orang dapat mengalami keinginan kuat mengonsumsi makanan manis, mudah lelah, sakit kepala, atau perubahan suasana hati. Gejala tersebut umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring tubuh beradaptasi terhadap pola makan baru.
Tidak perlu menghentikan semua jenis gula
Para ahli menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Karena itu, yang dianjurkan adalah mengurangi gula tambahan, bukan menghindari karbohidrat atau gula alami yang terdapat pada buah, sayuran, susu, dan bahan pangan utuh lainnya. Pola makan yang seimbang tetap menjadi kunci untuk memperoleh manfaat kesehatan secara optimal.
Dengan demikian, menghentikan atau mengurangi konsumsi gula tambahan dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu mengontrol berat badan hingga menurunkan risiko penyakit kronis.
Namun, perubahan tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang serta gaya hidup aktif.
Baca juga: Konsumsi buah ceri bermanfaat bagi pengaturan kadar gula darah
Baca juga: Ahli gizi jelaskan pengaruh buah sebelum tidur terhadap gula darah
Para ahli menyebut perubahan tersebut dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, meski pada awalnya sebagian orang mungkin mengalami masa adaptasi seperti keinginan kuat mengonsumsi makanan manis.
Perlu dipahami bahwa yang dimaksud adalah mengurangi atau menghentikan gula tambahan (added sugar atau free sugar), bukan menghilangkan seluruh sumber gula. Tubuh tetap membutuhkan glukosa sebagai sumber energi yang diperoleh dari karbohidrat alami seperti nasi, kentang, buah, dan sayuran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan idealnya di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan yang lebih besar.
Berikut sejumlah perubahan yang dapat terjadi pada tubuh ketika berhenti atau mengurangi konsumsi gula tambahan.
1. Berat badan lebih mudah terkontrol
Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula dapat membantu menurunkan asupan kalori harian. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi membantu menjaga berat badan sekaligus menurunkan risiko obesitas apabila disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.
Baca juga: Empat minuman yang ramah gula darah bila dikonsumsi pada malam hari
2. Kadar gula darah menjadi lebih stabil
Membatasi konsumsi gula tambahan dapat membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah, terutama bila diimbangi dengan konsumsi makanan tinggi serat. Kebiasaan ini juga mendukung kesehatan metabolisme dan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada sebagian orang.
3. Risiko penyakit jantung dapat menurun
Pola makan tinggi gula tambahan dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi gula menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Kesehatan gigi lebih terjaga
Bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula untuk menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan email gigi. Mengurangi konsumsi gula dapat membantu menurunkan risiko gigi berlubang apabila disertai kebiasaan menyikat gigi secara rutin.
5. Energi tubuh terasa lebih stabil
Makanan dan minuman tinggi gula sering menyebabkan lonjakan energi yang diikuti penurunan secara cepat. Ketika konsumsi gula tambahan dikurangi, kadar energi cenderung menjadi lebih stabil sepanjang hari karena tubuh lebih mengandalkan sumber energi dari makanan bergizi.
Baca juga: Konsumsi alpukat dikaitkan dengan perbaikan pengelolaan gula darah
6. Kulit berpotensi tampak lebih sehat
Sejumlah penelitian menunjukkan pola makan tinggi gula dapat mempercepat proses glikasi, yaitu kondisi ketika gula berikatan dengan protein seperti kolagen sehingga berpotensi mempercepat penuaan kulit. Mengurangi gula tambahan dapat membantu menjaga kesehatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
7. Mengalami gejala adaptasi di awal
Pada beberapa hari pertama, sebagian orang dapat mengalami keinginan kuat mengonsumsi makanan manis, mudah lelah, sakit kepala, atau perubahan suasana hati. Gejala tersebut umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring tubuh beradaptasi terhadap pola makan baru.
Tidak perlu menghentikan semua jenis gula
Para ahli menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Karena itu, yang dianjurkan adalah mengurangi gula tambahan, bukan menghindari karbohidrat atau gula alami yang terdapat pada buah, sayuran, susu, dan bahan pangan utuh lainnya. Pola makan yang seimbang tetap menjadi kunci untuk memperoleh manfaat kesehatan secara optimal.
Dengan demikian, menghentikan atau mengurangi konsumsi gula tambahan dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu mengontrol berat badan hingga menurunkan risiko penyakit kronis.
Namun, perubahan tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang serta gaya hidup aktif.
Baca juga: Konsumsi buah ceri bermanfaat bagi pengaturan kadar gula darah
Baca juga: Ahli gizi jelaskan pengaruh buah sebelum tidur terhadap gula darah





