Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan pemerintah terus berusaha memenuhi hak-hak anak, khususnya hak memperoleh pendidikan yang layak dan lingkungan belajar yang berkualitas. 

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Program Talkshow Spesial Hari Anak Nasional TV One, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi, Pakar Neurosains dr. Ryu Hasan, Sp. BS, Tokoh Publik dan Pemerhati Anak Shahnaz Haque, Senin malam, 20 Juli 2026.

Gus Ipul mengatakan perkembangan teknologi membawa tantangan baru dalam upaya melindungi anak.

BACA JUGA:Yusril soal Kritik 'Jeruk Makan Jeruk' Kasus Febrie Adriansyah, KPK Bisa Ambil Alih Jika Ada Penyimpangan

Karena itu, pemerintah terus memperkuat perlindungan, pendampingan, hingga rehabilitasi bagi anak-anak yang membutuhkan.

"Dengan adanya kemajuan teknologi, tantangan-tantangan kita dalam rangka memberikan perlindungan, pendampingan, dan tadi juga kadang-kadang juga dibutuhkan rehabilitasi. Ini menjadi hal yang penting," ujar Gus Ipul. 

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah mempersiapkan anak-anak Indonesia melalui penguatan keluarga. 

"Bagaimana kita mempersiapkan keluarga-keluarga rentan, di desil 1, desil 2, keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu pekerjaan rumah besar bangsa kita hari ini adalah masalah ketimpangan," katanya.

BACA JUGA:Dalam Taklimatnya, Presiden Prabowo Sampaikan Pentingnya Digitalisasi Pemerintah

Ia menjelaskan, pada Hari Anak Nasional pemerintah ingin memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas.

Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini.

"Secara khusus hari ini dalam kaitannya dengan Hari Anak, kita ingin anak-anak kita ke depan ini memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. Ini pekerjaan rumah besar kita di tengah-tengah tantangan kekinian yang luar biasa. Ada pergaulan bebas, ada narkoba, ada hal-hal lain yang membuat anak-anak memperoleh lingkungan yang tidak berkualitas," ujarnya.

Ia mengatakan perhatian tersebut diberikan secara khusus kepada keluarga-keluarga rentan atau The Invisible People yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

BACA JUGA:Transformasi Digital Jadi Alasan Kenaikan Biaya Lepas Status WNI, Ini Kata Menkum

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Gus Ipul menyebut masih terdapat hampir empat juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hotman Paris Bantah Tilep Angpao Pernikahan Anak, Fritz Hutapea Justru Bongkar Cerita Mengejutkan: Ngapain Bohong?
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Daftar Libur di Bulan Agustus 2026, Ada Satu Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan!
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Surga Hijau Kaldera Purba: Catatan Perjalanan Akademis ke Kawah Wurung Bondowoso
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Gerindra Minta Publik Tak Terhasut Narasi Kaitkan Kasus Febrie dengan Prabowo
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dituding Menghindar, Ruben Onsu Pastikan Hadiri Mediasi Gugatan Hak Asuh Anak dengan Sarwendah
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.