Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Polres Metro Jakarta Pusat saat ini masih menyelidiki laporan dugaan penculikan tersebut.
Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, mengungkap kronologi kejadian tersebut saat live bersama kumparan, Selasa (21/7) pagi.
Berikut kronologinya:
Senin (13/7)
Pukul 19.30 WIB
Andi menjelaskan, Jesslyn memenuhi undangan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Purnama, Mangga Besar. Korban diminta keluarganya membawa kue ulang tahun.
Sebelum masuk ke restoran, Jesslyn diantar calon suaminya, Evan. Namun, Evan kemudian pergi sebentar untuk membeli obat di apotek yang berada tak jauh dari lokasi.
Pukul 19.45-19.50 WIB
Saat acara kejutan ulang tahun hendak dimulai, orang-orang yang berada di lantai dua restoran mendengar suara teriakan Jesslyn.
Menurut Andi, korban saat itu terlihat meronta dalam kondisi dibekap dan matanya ditutup sebelum dibawa beberapa pria menuju sebuah mobil.
“Nah, ketika akan dilakukan acara surprise dari tim restoran atau grup, tiba-tiba tim surprise yang ada di lantai dua dikagetkan oleh suara teriakan dari Jesslyn yang saat itu terlihat meronta dan saat itu dilihat bahwa Jesslyn sudah digendong dan matanya terlihat ditutup, apa namanya, dibekap dan matanya ditutup. Terus mereka turun dan Jesslyn sudah tidak ada di tempat. Dan di situ ada beberapa orang laki-laki membawa Jesslyn dan Jesslyn langsung dimasukkan ke mobil warna putih. Mobil langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi seperti itu,” lanjutnya.
Pukul 20.00-21.00 WIB
Usai membeli obat, Evan menunggu Jesslyn di sekitar restoran. Namun hingga sekitar pukul 20.00 WIB bahkan mendekati pukul 21.00 WIB, Jesslyn tak kunjung menghubunginya.
Evan kemudian mencoba menelepon korban, tetapi ponselnya sudah tidak dapat dihubungi.
“Nah, Evan gelisah dan mencoba menghubungi handphonenya tetapi tidak bisa dihubungi. Karena sudah waktu itu sudah jam 21.00 WIB akhirnya Evan mendatangi restoran,” kata Andi.
Di restoran, Evan mendapat penjelasan dari sejumlah saksi, termasuk waitress dan tukang parkir, mengenai dugaan penculikan yang baru saja terjadi. Sejak saat itu, Jesslyn belum diketahui keberadaannya.
Polisi SelidikiKasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus itu.
“Betul ada laporannya di Polres Jakpus. Sampai dengan saat ini masih kita lakukan penyelidikan untuk mencari faktanya,” ujar Roby, Senin (20/7).





